Berita

PEMBUATAN LUBANG RESAPAN BIOPORI DI LANUD SULAIMAN

Dibaca: 11 Oleh 22 Sep 2014Tidak ada komentar
Museum Pusat TNI Angkatan Udara Dirgantara Mandala
#TNIAU 

Komandan Lanud Sulaiman Kolonel Pnb Djamaluddin, M.Si (Han), didampingi para pejabat lanud dan disaksikan oleh seluruh anggota dan siswa, Senin (22/9), secara simbolis melakukan pembuatan lubang resapan biopori (LRB) di belakang lapangan apel usai pelaksanaan upacara bendera di lapangan apel Staf II Lanud Sulaiman, Margahayu, Kabupaten Bandung. 

Menurut Komandan Lanud Sulaiman melalui Kasi Fasint Mayor Kal Elang, S.T., bahwa pembuatan lubang resapan biopori akan dibuat secara bertahap. “Mengingat wilayah Lanud Sulaiman yang luas, maka pembuatan ini akan mencapai lima ribu titik dengan dukungan alat dari Kodam III Siliwangi serta penyiapan alat lainnya secara swadaya,” katanya. 

Dijelaskan lebih lanjut bahwa maksud dibuatnya LBR ini adalah untuk mengatasi genangan air dengan cara meningkatkan daya resap air pada tanah. Lubang pada tanah dengan kedalaman antara satu seperempat hingga satu setengah meter kemudian ditimbun dengan sampah organik seperti dedaunan dan potongan rumput untuk menghasilkan kompos. 

Lamanya penimbunan adalah tiga bulan, setelah itu diganti dengan dedaunan dan potongan rumput yang baru. Sampah organik yang dtimbun diharapkan dapat menghidupi fauna tanah yang mampu menciptakan pori-pori di dalam tanah. 

Baca juga:  Casis Bintara Panda Lanud Ngurah Rai Laksanakan Tes Mental Ideologi (MI)

“Manfaat lainnya dari LBR ini adalah meningkatkan daya penyerapan tanah terhadap air. Air yang tersimpan dapat menjaga kelembaban tanah di saat musim kemarau seperti sekarang,” tambahnya, yang juga menyampaikan bahwa LBR menjadi alternatif penyerapan air hujan di kawasan yang memiliki lahan terbuka namun sempit. 

Pembuatan LBR yang mencapai 5000 titik memang tidak ditentukan waktunya, namun nanti akan diserahkan kepada setiap dinas untuk diatur dalam pelaksanaannya.

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel