Berita

PEMBUKAAN DIKLAT PARALAYANG DI LANUD ABD

Dibaca: 10 Oleh 06 Jun 2013Tidak ada komentar
emb 314
#TNIAU 

Dalam rangka pengembangan dan memasyarakatkan olah raga dirgantara di Jawa Timur, sekaligus untuk meningkatkan prestasi atlit Jatim guna menghadapi PON yang akan datang, serta menghadapi beberapa kegiatan Kejurnas yang telah diagendakan oleh PB FASI pusat, maka Fasida Jatim mengadakan Diklat Paralayang yang pembukaannya dilakukan oleh Kepala Dinas Operasi Lanud Abd Saleh Kolonel Pnb Zulfahmi mewakili Komandan Lanud Abd Saleh yang berhalangan hadir. Acara dilaksanakan di Gedung Cakrawala Lanud Abd Saleh. (5/6).

Dalam sambutannya Kadisops membacakan amanat dari Komandan Lanud Abd Saleh yang menjelaskan bahwa, untuk mendapatkan atlit-atlit yang memiliki kualitas dan kuantitas yang cukup memadai di jajaran FASIDA Jatim tidaklah mudah, dan diperlukan suatu Lembaga pendidikan yang mampu mendidik dan melatih para atlitnya dengan baik dan benar, sehingga menghasilkan atlit-atlit yang memiliki kemampuan dan berkualitas dalam bidangnya.

Pendidikan dan latihan Paralayang ini dimaksudkan untuk mencari bibit-bibit atlit Paralayang yang berpotensi, sehingga pada gilirannya nanti akan menjadi atlit-atlit berprestasi yang dapat membaggakan kita semua. Tidak tertutup kemungkinan melalui pendidikan ini, apabila dikelola dengan manajemen yang baik serta pembinaan yang teratur dan berkesinambungan maka akan lahir bibit-bibit Paralayang yang akan membawa nama harum Jawa Timur di PON yang akan datang pada khususnya serta nama harum Indonesia di even-even internasional Paralayang masa mendatang.

Baca juga:  Tim Wasrikkap Itkoopsau II Kunjungi Lanud Abd Saleh

Komandan mengharapkan dalam amanatnya agar para siswa dapat mengikuti Diklat Paralayang ini dengan sungguh-sungguh, penuh konsentrasi, dan jangan segan-segan menanyakan kepada para Instruktur, terhadap pelajaran yang belum dipahami para peserta. Untuk itu pergunakan kesempatan ini sebaik mungkin, ditegaskan bahwa jenis olah raga ini bernuansa ilmu pengetahuan dan menyenangkan, namun berisiko tinggi. Satu kesalahan kecil yang dilakukan seorang siswa, bisa berakibat fatal bagi dirinya maupun orang lain.

Diklat Paralayang diikuti oleh 14 orang peserta masing-masing 11 orang berasal dari anggota Lanud Abd Saleh, 1 orang dari mantan anggota Yon 464 Paskhas, 1 orang siswa SMP dan 1 orang siswa SMA. Lamanya pendidikan 3 bulan dan dilaksanakan di Lanud Abd Saleh.

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel