Berita

Pembukaan Susgumil Perwira A-46 Lanud Sulaiman

Dibaca: 10 Oleh 04 Feb 2015Tidak ada komentar
Sukhoi Su-27
#TNIAU 

Kepala Dinas Operasi Letkol Lek Bambang Astono mewakili Komandan Lanud Sulaiman Kolonel Pnb Djamaluddin, M.Si(Han)., bertindak selaku inspektur upacara pada pembukaan pendidikan Kursus Guru Militer (Susgumil) Perwira Angkatan ke-46, yang dilaksanakan di gedung balai prajurit Cendrawasih Lanud Sulaiman, Margahayu, Kabupaten Bandung, dan diikuti oleh perwakilan baik perwira, bintara, tamtama maupun pegawai negeri sipil dan dihadiri para komandan satuan jajaran Lanud Sulaiman. Rabu, (2/2).

Dalam amanat tertulisnya yang dibacakan Kadisops, Danlanud menyatakan agar menjadikan budaya belajar sebagai nafas dalam kehidupan pendidikan sehingga kelak akan mampu meraih hasil yang baik dan optimal. ”Para siswa yang nantinya menyandang sebagai guru militer harus mampu memaknai tugas dan tanggung jawabnya sebagai panggilan hati serta menumbuhkan kecintaan terhadap tugas tenaga pendidik sebagai hal yang dapat memunculkan semangat menggelora, optimisme yang membumi, gairah yang membahana, dan semangat memberikan yang terbaik bagi peserta didiknya,” kata Danlanud.

Danlanud mengharapkan kepada para siswa agar selama empat bulan menempuh pendidikan mampu memperoleh hal-hal baru sehingga memahami bahwa pengetahuan yang terbina dengan baik, akan melahirkan berbagai kreativitas yang dapat mendukung dalam pelaksanaan tugas di satuan masing – masing. Selain itu, mampu pula mentransformasikan nilai-nilai kebaikan secara berkelanjutan sebagai bagian dari proses pengembangan mental dan kepribadian prajurit yang Sapta Marga.

Baca juga:  ANJANGSANA KE PANTI JOMPO DALAM RANGKA HUT PIA ARDHYA GARINI KE-55 DI LANUD TANJUNGPINANG

Dinyatakan pula bahwa peran guru militer adalah sebagai pendidik akademik yang harus mampu melahirkan paradigma baru. Paradigma terhadap profesi menjadi penting karena jika mengajar hanya berhenti pada paradigma bekerja, maka realisasinya adalah mengajar tidak lain dan tidak bukan hanya untuk menyelesaikan kewajiban semata atau memandang tenaga pendidik sebagai karir yang memainkan perannya sebagai sutradara.

Mengakhiri sambutannya, Danlanud menegaskan bahwa hal tersebut dapat terwujud bila tercipta hubungan kesetaraan yang sama-sama belajar, antara para tenaga didik dan peserta didik dapat menampilkan karakteristik pendidik yang mampu memotivasi dan menginspirasi peserta didiknya untuk menularkan sikap, kepribadian, dan berperilaku sebagaimana mestinya sebagai tenaga pendidik.

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel