Berita

Pemda Sambas Hibahkan Tanah Kepada TNI AU

Dibaca: 68 Oleh 05 Agu 2016Tidak ada komentar
indonesianf16pesawat0170 tniau
#TNIAU 

Pemerintah Kabupaten Sambas menyerahkan aset berupa tanah kepada Kementrian Pertahanan Republik Indonesia (Kemenhan RI) cq. TNI Angkatan Udara. Penyerahan aset ini ditandai dengan penandatanganan naskah perjanjian hibah dan berita acara serah terima hibah oleh Bupati Sambas H. Atbah Romin Suhaili, Lc kepada Komandan Pangkalan TNI AU Supadio Marsekal Pertama TNI Tatang Harlyansyah, S.E di aula kantor Pemda Sambas, Kamis (4/8).

Bupati Sambas mengatakan sungguh merupakan kebahagian sekaligus kebanggaan bagi masyarakat kabupaten Sambas. Karena tidak lama lagi impian masyarakat Kabupaten Sambas untuk beroperasikanya Bandara perintis di Kecamatan Paloh akan terwujud. Untuk itu kami memberikan apresiasi dan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Kemenhan dan Danlanud Supadio atas perhatian yang sangat besar terhadap pembangunan di Kabupaten Sambas.

”Kami masyarakat Sambas menyambut baik dan mendukung sepenuhnya akan dikembangkannya runway/landasan pacu Bandara oleh Kemenhan. Hal ini sesuai dengan nawa cita pemerintahan Presiden Joko Widodo yaitu membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah-daerah dan desa dalam kemajuan NKRI, khususnya memperkuat daerah perbatasan. Dalam pembangunan Bandara ini terkandung suatu komitmen dan tindakan yang mulia, karena didalamnya kita dituntut untuk memikirkan dan berbuat yang terbaik bagi kesejahteraan masyarakat, pertahanan dan kedaulatan negara,” ujar Bupati Sambas.

Baca juga:  TK Angkasa di Edukasi Bahaya Api, di Sarang Fire Rescue Lanud Iwj

Danlanud Supadio menjelaskan rencana percepatan pembangunan pangkalan udara type c di Liku, kecamatan Paloh, kabupaten Sambas sangat bernilai strategis karena merupakan wilayah perbatasan dengan negara tetangga. Hal ini tentunya memerlukan suatu kesiapsiagaan yang sifatnya terus-menerus dan berkesinambungan. Kawasan udara di atas daerah ALKI 1 menjadi sangat rawan karena tidak menutup kemungkinan adanya pihak asing yang memanfaatkan kawasan lintas tersebut untuk melakukan berbagai tindakan pelanggaran kedaulatan negara di udara.

”Oleh karena itu, sangatlah tepat apabila Bandara perintis Liku dibangun untuk mendukung operasional Skadron Udara 1 dengan alutsistanya pesawat hawk 100/200 dan Skadron Udara 51 yang mengawaki pesawat tanpa awak atau UAV. Selain itu, diperkuat dengan adanya satu Batalyon 465 Paskhas Brajamusti dan Denhanud 473 Paskhas. Dengan adanya alutsista tersebut diharapkan keberadaan Lanud Supadio di wilayah Kalbar mempunyai dampak strategis dalam pengawasan wilayah udara NKRI dan mendukung pembangunan di Kalimantan umumnya dan Kalbar pada khususnya,” jelas Danlanud.

Turut menyaksikan acara ini Kolonel Czi Susilo dari Kemenhan, Sekda beserta pejabat SKPD Kab. Sambas, Ketua DPRD Kab. Sambas, pejabat Lanud Supadio, Wakapolres Sambas dan para undangan.

Baca juga:  Komandan Satuan Tidak Akan Melindungi Prajurit Yang Melanggar Aturan Dan Hukum

 

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel