Berita

Penataran Bagi Perangkat Latihan Tutuka Hanudnas 2017

Dibaca: 6 Oleh 07 Sep 2017Tidak ada komentar
TNI Angkatan Udara
#TNIAU 

Bertempat di Aula Leo Wattimena, Markas Kohanunas, Halim Perdanakusuma, Jakarta diadakan penataran bagi para perangkat Latihan Tutuka Hanudnas 2017 meliputi pengawas, pengendali, penilai dan pelaku, Rabu (6/9). Penataran sehari merupakan kegiatan awal menjelang pelaksanan Latihan Tutuka Hanudnas sebagai latihan puncak Kohanudnas 2017 dihadiri oleh personel dari satuan terkait seperti Komandan Satuan Radar (Dansatrad) dan pejabat sipil serta militer lainnya.

Panglima Komando Pertahanan Udara Nasional (Pangkohanudnas) Marsda TNI Yuyu Sutisna S.E,M.M., dalam sambutannya yang dibacakan Kepala Staf (Kas) Kohanudnas Marsekal Pertama TNI Tamsil Gustari Malik antara lain menyatakan Latihan Tutuka sebagai latihan kesiapsiagaan komando merupakan latihan puncak Kohanudnas sebagai kelanjutan dari latihan antarsatuan yang telah dilaksanakan secara bertahap, berjenjang dan berlanjut. “Sebagai salah satu Komando Utama TNI, Kohanudnas juga berupaya melindungi simbol-simbol negara dan obyek vital nasional dari kemungkinan serangan udara lawan. Oleh karena itu, pada Latihan Tutuka ini berbagai unsur hanudnas baik sipil dan militer dilibatkan termasuk Hanud pasif dan obvitnas, agar siap menghadapi berbagai kemungkinan yang terjadi”, ujar Pangkohanudnas.

Baca juga:  Donor Darah Di Lanud Soewondo

Kolonel Pnb Djoko Hadipurwanto sebagai Asisten Operasi Kas Kohanudnas sekaligus sebagai Kepala Pengawas dan Pengendali (Kawasdal) latihan menyampaikan penataran merupakan upaya menyamakan persepsi, pola pikir dan pola tindak bagi para perangkat latihan agar dapat dijadikan pedoman pada saat pelaksanaan latihan. Latihan Tutuka hanudnas 2017 akan diadakan pada 17-20 September 2017 mendatang dengan lokasi di wilayah udara Kosekhanudnas I, Kosekhanudnas III juga di Lanud Halim Perdanakusuma, Lanud Sri Mulyono Herlambang, Palembang dan Lanud Rusmin Nurjadin, Pekanbaru. “Penekanan Panglima dalam latihan adalah mengutamakan safety, safety adalah tanggung jawab kita semua, apabila ada potensi accident dan incident, berhenti melaksanakan kegiatan dan laporkan. Semua personel bertanggung jawab menegakkan safety, tidak harus tergantung kepada komandannya”, tegas Kawasdal.

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel