Berita

Penataran Wasdalnil dan Pelaku Latihan Perkasa C-18

Oleh 07 Feb 2018 Tidak ada komentar
Penataran Wasdalnil dan Pelaku Latihan Perkasa C-18
#TNIAU 

TNI AU. Dalam rangka pelaksanaan Latihan Perkasa C-18 Tahun Anggaran 2018 yang akan dilaksanakan pada tanggal 17-21 Februari 2018 mendatang dilaksanakan Penataran Pengawas Pengendali, Penilai (Tarwasdalnil) dan Pelaku di        Aula Leo Wattimena Makohanudnas Halim Perdanakusuma Jakarta, Selasa (6/2). Dihadiri para pejabat Kohanudnas serta para pendukung dan pelaku latihan.

Pada kesempatan tersebut, Panglima Kohanudnas Marsekal Muda TNI Imran Baidirus selaku Direktur Latihan  dalam sambutanya yang dibacakan oleh Ir Kohanudnas Kolonel Lek. Pujiyanto S.,S.IP mengatakan,” dipahami bersama tugas Kohanudnas adalah mengamankan wilayah udara Nasional melalui pantauan radar guna mendeteksi pesawat asing terjadwal maupun tidak terjadwal.  Disamping itu, Kohanudnas juga berupaya melindungi simbol-simbol negara dan obyek vital nasional dari berbagai kemungkinan serangan udara lawan”,tegasnya.

Lebih lanjut dikatakannya, oleh karena itu pada latihan ini, berbagai unsur Hanudnas baik militer dan sipil, khususnya diwilayah Kosekhanudnas III yaitu diprovinsi Sumatra Utara dan sekitarnya dilibatkan termasuk Hanud pasif.   Kita harapkan dengan adanya perkembangan dan perubahan lingkungan strategis ditanah air dan ditingkat global, tidak menyurutkan profesionalisme, kemampuan dan ketrampilan kita dalam upaya pertahanan udara Nasional dan mengantisipasi hal terburuk dari datangnya serangan udara lawan. Melalui Tarwasdalnil dan pelaku ini diharapkan akan dapat diperoleh kesamaan persepsi pola pikir dan pola tindak untuk kemudian dipedomani selama latihan oleh setiap unsur baik pelaku, maupun pengawas, pengendali serta penilai.

Kegiatan Tarwasdalnil dan pelaku Latihan Perkasa C-18 berlangsung sehari, dengan para pelaku latihan dari Kosekhanudnas III Medan, Satrad 231, 232,233,234, Skadron 16 RSN , Denarhanud rudal 004 Dumai, Yonko 462 Paskhas, Denhanud 471 Paskhas, KRI Abdul Halim PK  dan PT. Inalum sebagai obyek vital. 

Terkait

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel