Berita

Pencanangan Tanam Jagung Hybrida di Lahan Khusus Lanud Sulaiman

Dibaca: 2 Oleh 15 Des 2016Tidak ada komentar
21722ef118dabb8b34f8ca385dddf40d
#TNIAU 

Komandan Lanud Sulaiman Kolonel Pnb Mohammad Syafii, S.I.P., M.M., dan ibu Banur Harpini dari Kepala Badan Karantina Kementrian Pertanian selaku Penanggung jawab Upsus Provinsi Jabar yang juga disaksikan para tamu undangan lainnya serta para pejabat Lanud Sulaiman melakukan penanaman jagung hybrida yang ditanam secara bertahap di lahan yang disediakan seluas 20 ha yang berlokasi di dekat kandang rusa, pos 2 Lanud Sulaiman, Kec. Margahayu, Kab. Bandung. Rabu (14/12).

Danlanud dalam sambutannya menyampaikan bahwa penanaman jagung hybrida terkait dengan pemanfaatan lahan di Lanud Sulaiman yang cukup luas. “Berbagai jenis tanaman palawija dan tanaman padi pun di tanam di lahan Lanud Sulaiman agar hasilnya dapat dinikmati oleh warga dan masyarakat sekitar. Selain itu, dengan ditanamnya jenis jagung hybrida dimaksudkan sebagai upaya memberdayakan warga masyarakat petani untuk tertarik menanam jenis jagung ini,” kata Danlanud.

“Kinerja pangan provinsi Jawa Barat dari angka rancangan sementara tercacat bahwa prestasi Jawa Barat dalam peningkatan produksi padi menduduki peringkat kedua secara nasional dan jagung pada peringkat pertama secara nasional dengan luas baku lahan sekitar 930 hektar untuk lahan sawah,” jelas Banur Harpani saat menyampaikan sambutannya.

Baca juga:  "Jaksa Masuk Sekolah" dari Kejari Kab. Tulang Bawang ke SMP Angkasa Lanud BNY

Lebih lanjut disampaikan pula bahwa pencanangan tanam jagung di lahan khusus dari Dinas Pertanian, Perkebunan, dan Kehutanan kabupaten Bandung diharapkan dapat mendukung ketahanan pangan provinsi Jawa Barat mengingat pada tahun ini musim penghujan banyak membuat lahan terendam banjir sehingga lahan tersebut tidak dapat berproduksi tanaman padi dan jagung secara maksimal.

Kelompok tani “Subur” bersama pengelola lainnya sebagai penggarap akan mendapat subsidi benih dan pupuk, serta hasil panennya sudah dimitrakan dengan harga yang telah ditetapkan oleh pemerintah sesuai dengan harga pasar. “Pemerintah sifatnya hanya memfasilitasi saja, dan bila tidak tertangani maka Badan Urusan Logistik yang mengambil alih, “ tambahnya.

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel