Berita

Pencapaian Zero Accident Pada Briefing Pagi Di Lanud Iwj

Dibaca: 15 Oleh 12 Feb 2015Tidak ada komentar
M 458 NA B 25 Mitchell Indonesian Airforce 7168661149
#TNIAU 

“Untuk mencapai Zero accident dalam setiap pelaksanaan tugas, seorang prajurit TNI AU sudah seharusnya menjadikan Safety terbang dan kerja sebagai satu nafas dalam setiap pelaksanaan tugas”, demikian dikatakan Komandan Lanud Iswahjudi, Marsma TNI Donny Ermawan T. M.D.S., dalam briefing pagi di ruang Tedy Kustari Lanud Iswahjudi, Rabu (11/2/15) yang diikiuti oleh Komandan Wing 3, para pejabat dan para penerbang.

Hal ini dikatakan Danlanud Iswahjudi, Marsma TNI Donny Ermawan T. M.D.S., usai mendengarkan paparan tentang upaya mencapai zero accident di Pangkalan Udara yang disampaikan oleh Kepala Seksi Keselamatan dan Kerja (Kalambangja) Lanud Iswahjudi, Mayor Pnb Abdul Haris.

Mayor Pnb Abdul Haris, memberikan paparan tentang upaya mencapai zero accident di Pangkalan Udara, diantaranya dengan menaati peraturan berlalu lintas di dalam Pangkalan, melengkapi tanda bahaya di ruangan atau gedung serta menugaskan duty safety di setiap satuan untuk menumbuhkan “sense of safety culture”.

Sementara dalam briefing pagi Rabu ini, Lettu Kes Martin Herdiansyah, S.Psi., juga menyampaikan paparan tentang Persepsi. Persepsi diartikan Bukan apa yang dilihat atau didengar seseorang melalui indera, melainkan penafsiran seseorang terhadap rangsang yang sampai kepadanya yang sifatnya sangat subjektif.

Baca juga:  PIA ARDHYA GARINI LANUD SUPADIO PEDULI KESEHATAN

Menurut Lettu Kes Martin Herdiansyah, S.Psi., kesalahan dalam persepsi dibedakan menjadi tiga yaitu Ilusi, Halusinasi dan Delusi. Ilusi kesalahan dalam penafsiran (interpretasi) hasil penginderaan, Halusinasi Kesalahan dalam penafsiran (interpretasi) tanpa adanya stimulus dari hasil penginderaan, sementara Delusi kesalahan dalam penafsiran (interpretasi) terhadap diri sendiri.

Untuk mengatasi kesalahan atau perbedaan persepsi dilakukan pendekatan masing-masing persepsi yang subjektif menjadi persepsi yang objektif dengan cara selalu siaga dan sadar akan adanya kemungkinan kesalahan atau perbedaan persepsi, melakukan komunikasi atau dialog secara intensif dengan crew maupun dengan ground control, serta menetapkan kriteria atau tolak ukur yang akan dijadikan pegangan dalam menetapkan sesuatu.

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel