Berita

Pencerahan Kesehatan di Lanud Surabaya

Dibaca: 11 Oleh 18 Mei 2010Tidak ada komentar
9b842766a265b99c2bf19666b186f743
#TNIAU 

Anggota Lanud Surabaya menerima pencerahan kesehatan tentang penyakit Stroke dan Penyakit Jantung Koroner (PJK) yang diakibatkan oleh kolestrol dalam darah dari Dr. Fransiskus Nangaroka yang bekerja sama dengan PT. Pfizer Senin(19/10) di Gedung Hercules Lanud Surabaya.

 

Komandan Lanud Surabaya Kolonel Pnb Gatot Purwanto dalam sambutannya mengatakan, betapa pentingnya pengetahuan tentang kolestrol dalam darah ini karna mungkin bagi orang-orang yang tidak menderita hiperkolesterolemia, topik ini tidak akan menarik. Tetapi, kita tidak akan pernah benar-benar mengetahui apakah kita menderita gangguan kolesterol atau tidak, jika kita tidak pernah memeriksakan diri di laboratorium Rumkit. Mengapa demikian? Karena tidak seperti halnya penyakit-penyakit akut, gangguan kolesterol atau yang biasa disebut sebagai dislipidemia atau hiperkolesterolemia merupakan penyakit yang tidak menunjukkan suatu gejala. Artinya, kita tidak merasa sakit sekalipun kadar kolesterol darah kita jauh diatas normal.

 

Lebih lanjut Komandan Lanud Surabaya mengumpamakannya dengan sebuah mesin mobil. Dimana mobil yang kita gunakan membutuhkan oli yang sesuai dengan mesin yang digunakan. kita dianjurkan untuk mengganti oli mesin. Dengan demikian, oli yang melumasi mesin tersebut selalu merupakan oli yang mempunyai kemampuan optimal untuk menjalankan fungsinya. Seandainya bila oli mobil kita tidak diganti setelah melebihi kemampuan optimalnya, apakah mobil kita akan menjadi mogok? Tentu saja tidak jelas Dan Lanud. Artinya, Mobil itu akan bisa terus menerus berjalan. Kemudian, kita berpikir, jika oli yang tidak diganti itu tidak menyebabkan mobil kita mogok, maka mengapa kita harus selalu menggantinya?

Baca juga:  Ketua Umum Dharma Pertiwi Ikut Membatik Saat Kunjungan Di Rumpin Anggrek Lanud Abd

 

Sekarang bawalah mobil itu ke bengkel, dan mintalah bengkel untuk memeriksa komponen-komponen mesinnya. Kita akan mendapati laporan dari teknisi bengkel bahwa mesin mobil kita dipenuhi dengan kerak sisa oli yang mengering. Saluran-saluran dan selang-selangnya nyaris tersumbat oleh kerak itu. Dan mobil kita harus turun mesin.

 

Itulah yang terjadi dengan tubuh kita, ketika kadar kolesterol begitu tingginya didalam darah. Kita tidak langsung merasakan dampak negatifnya, tetapi sesungguhnya didalam tubuh kita sedang terjadi pengendapan ‘kerak-kerak’ itu, seperti kerak yang terjadi pada mesin mobil tersebut. Begitulah kemungkinan yang ada jika kita mengabaikan kadar kolesterol didalam tubuh, Jelas Dan Lanud.

 

Dalam kesempatan tersebut Komandan Lanud Surabaya juga mengajak kepada seluruh anggota untuk memanfaatkan Fasilitas dari program kerja yang dilaksanakan oleh rumah sakit Lanud Surabaya, yaitu secara periodik melaksanakan cek kesehatan bagi anggota.

 

Dan Lanud juga memberikan apresiasi positif dengan kegiatan pencerahan kesehatan dan presentase yang diadakan oleh Dr. Frans bekerjasama dengan PT. Pfizer, “Kita semua Khususnya anggota Lanud Surabaya patut bersyukur dan mengucapkan terima kasih kepada Dr. Frans dan tim yang telah mau memberikan pengetahuan kesehatan agar terhindar dari bahaya Penyakit jantung koroner (PJK) maupun Stroke”.jelas DanLanud diakhir sambutan lisannya.

Baca juga:  Calon Tamtama PK Panda Lanud Suryadarma Mengikuti Sidang Pantokhirda

 

Sementara itu Dr. Fransiskus Nangaroka dalam pecerahan kesehatan dan presentasenya mengatakan, hasil cek darah yang telah dilaksanakan sebelumnya merupakan gambaran dari kadar kolesterol di dalam tubuh Kita, maka jika Kita sudah didiagnosis mengalami hiperkolesterolemia, maka tidak ada tindakan yang lebih bijaksana daripada menjalani pengobatan yang teratur. Datanglah kepada dokter, dan patuhilah nasihatnya. Jika dokter meresepkan obat penurun kadar kolesterol, maka patuhilah untuk meminumnya. Sebab, hanya dengan kepatuhan yang tinggi kepada proses pengobatan, kita akan dapat mengontrol kadar kolesterol darah. Dan dengan cara itulah pula, kita dapat mengurangi risiko terjadinya penyakit lain seperti serangan jantung, dan stroke.

 

Lebih lanjut Dr. Frans menerangkan, risiko tinggi PJK (Penyakit Jantung Koroner) dan stroke erat berhubungan dengan kadar kolesterol yang tinggi, terlebih mereka yang memiliki faktor risiko lebih dari dua seperti hipertensi (tekanan darah tinggi) , diabetes mellitus (kencing manis), merokok, obesitas (kegemukan) dan seseorang yang memiliki faktor bawaan. Mereka yang berada dikelompok berisiko tinggi ini harus memperhatikan atau memperbaiki pola hidup sehari-hari, sehingga dianjurkan untuk diet rendah lemak, berolah raga cukup, menjaga berat badan yang seimbang dan berhenti merokok.

Baca juga:  EMPAT PATI NAIK PANGKAT

 

Gejala kolesterol tinggi atau hiperkolesterolemia memang tidak tampak, sehingga itulah yang menyebabkan seseorang harus rajin melakukan Check Up (periksa darah) secara berkala 6 bulan sekali setelah berkonsultasi kesehatan dengan dokter terlebih dahulu. Sementara itu usaha perbaikan dapat dijalankan melalui diet rendah lemak dan rajin berolahraga. Jikalau segala upaya yang telah dilakukan tidak lagi membuahkan hasil, maka “Obat” dapat dijadikan sebagai alternatif senjata pamungkas, jelas Dr. Frans.

 

Acara tersebut diikuti oleh seluruh anggota Lanud Surabaya baik militer maupun PNS, dan juga dalam kesempatan tersebut Dr. Frans yang bekerja sama dengan PT. Pfizer juga membagikan buku cara hidup sehat tanpa kolestrol tinggi, secara gratis kepada seluruh peserta yang hadir.

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel