Berita

Pendidikan Transisi Dibutuhkan Kemandirian Dan Inisiatif

Dibaca: 24 Oleh 17 Sep 2015Tidak ada komentar
Museum Pusat TNI Angkatan Udara Dirgantara Mandala
#TNIAU 

Komandan Lanud Abd Saleh Marsma TNI H. RM. Djoko Senoputro, S.E., siang ini Rabu (16/9) menutup pendidikan Transisi angkatan V sekaligus membuka pendidikan transisi angkatan VI penerbang pesawat Super Tucano yang ditandai dengan penyematan Badge Super Tucano kepada Lettu Pnb Dwi Ari Cahyono, Letda Pnb Yagi Maulana dan Penyematan Badge siswa Super Tucano bagi Letda Pnb Anthera Galuh Wicaksana Sasmita dan Letda Pnb Gusti Virmandi Sugriad di Lapangan Apel Skadron Udara 21 yang diikuti oleh para pejabat Lanud Abd dan seluruh anggota Skadron Udara 21 Wing 2 Lanud Abd Saleh.

Danlanud Abd mengucapkan Selamat kepada Lettu Pnb Dwi Ari Cahyono dan Letda Pnb Yagi Maulana, yang telah berhasil menyelesaikan pendidikan Transisi di Skadron 21 dengan hasil yang membanggakan. Keberhasilan ini tentunya merupakan hasil kerja keras yang dilandasi motivasi, dedikasi dan semangat pengabdian, serta disiplin tinggi selama mengikuti pendidikan. Meskipun telah berhasil menyelesaikan pendidikan ini, bukan berarti ilmu yang diperoleh akan berhenti sampai disini.  “Kembangkan dan tempalah kemampuan diri untuk tetap terus belajar dan berlatih, dengan terus mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang selalu berubah semakin maju”, kata Danlanud Abd. Dalam sambutannya.

    Selanjutnya Danlanud Abd membuka pendidikan Transisi Angkatan VI Super Tucano, yang diikuti oleh Letda Pnb Anthera Galuh Wicaksana Sasmita dan Letda Pnb Gusti Virmandi Sugriad. Danlanud Abd berpesan, agar menyiapkan fisik dan mental untuk menghadapi latihan-latihan yang akan diberikan, dan dalam pendidikan ini dituntut kemandirian dan inisiatif, untuk menghadapi latihan-latihan yang mungkin akan  cukup berat.   Segera kuasai sistem yang ada di pesawat, baik dalam keadaan normal maupun emergency. Jangan menyerah pada keadaan, meskipun saat ini dukungan kesiapan dan dukungan lainnya sangat terbatas.   dengan keterbatasan tersebut, siswa transisi justru harus mempunyai semangat dan komitmen, dalam menghadapi tantangan dan hambatan yang bagaimanapun beratnya, bahkan berusaha menemukan cara-cara terbaik untuk mencapai tujuan.

Penutupan pendidikan ditandai dengan sebuah tradisi penyiraman air kembang dan pemecahan telur dikepala kedua Penerbang yang telah lulus mengikuti pendidikan transisi V oleh Danlanud Abd, Kepala Dinas Operasi, Komandan Skadron Udara 21 dan para Perwira Skadron Udara 21.   Upacara dihadiri oleh sejumlah Pejabat baik dari Lanud Abd Saleh beserta Insub, dan para Instruktur Penerbang.

Baca juga:  Danlanud RHF Distribusikan Ratusan Sembako Bantuan Sosial dari Alumni Akabri 1996 Bharatasena

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel