Berita

Pendirian Monumen Jatuhnya TL – 104 Di Bandara Supadio

Dibaca: 183 Oleh 21 Okt 2014Tidak ada komentar
2015 06 02 00002
#TNIAU 
Pendirian Monumen Jatuhnya TL - 104 Di Bandara Supadio

Kisah jatunya pesawat TL – 104 yang diawaki oleh Letkol Pnb Teddy Kustari mantan Danskadron Udara 1 dan Lettu Pnb Doni Kristian ternyata masih menyisahkan nilai – nilai patriotisme. Kejadian pada tanggal 19 Oktober 2000 tersebut terjadi pada saat dua Elang Khatulistiwa hendak melaksanakan terbang dalam misi GF (General Flight) yang akan diselesaikan dengan PFL (Practice Forced Landing) yaitu semacam latihan emergency di udara dimana mesin pesawat disimulasikan mengalami masalah dan harus dimatikan sehingga landing hanya dengan system “glidding”.

Bertempat di ujung Runway 15 Bandara Supadio (21/10), Danlanud Supadio Kolonel Pnb Tedi Rizalihadi, ST meresmikan monumen untuk memperingati peristiwa jatuhnya pesawat TL – 104 yang terjadi beberapa tahun silam. Dalam acara yang diliputi suasana haru tersebut Danlanud juga berharap agar generasi penerus tetap akan selalu mengingatkan pengorbanan yang telah dirintis para senior, juga melanjutkan semangat yang ditunjukkan para pendahulu.

Lebih dari itu, Mudah-mudahan dengan adanya monumen peringatan ini dapat menjadi salah satu upaya mengenang jasa – jasa beliau selama mengabdikan Dharma Bhaktinya kepada Bangsa dan Negara melalui TNI Angkatan Udara, dan monumen tersebut menjadi moment penting yang tak lekang oleh waktu dan perubahan zaman. Sehingga tiap kali kita memperhatikan monumen peringatan ini, saat itu pula kita akan terkenang dengan sosok yang arif bijaksana, ramah berwibawa, dan seorang pejuang sejati.

Baca juga:  Cegah Dini Penyakit Kanker

Acara yang digelar pada pagi hari tersebut dihadiri oleh Ny Teddy Kustari selaku istri mendiang, pejabat di lingkungan Lanud Supadio serta para pejabat pemerintahan di lingkungan Kalimantan Barat dan Bandara Supadio. Untuk pelaksanaan acara diawali dari peresmian monument TL – 104 dilanjutkan acara tabur bunga yang dimulai oleh Komandan Lanud Supadio, dilanjutkan doa bersama.

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel