Pustaka

Penembakan Roket FFAR live Yang Pertama Dalam Hidupku

Dibaca: 29 Oleh 09 Jan 2010Tidak ada komentar
Penembakan Roket FFAR live Yang Pertama Dalam Hidupku
#TNIAU 

Latihan Gabungan TNI 2008 (LATGAB TNI 08) yang telah dilaksanakan pada awal bulan Juni yang lalu merupakan latihan puncak  Tentara Nasional Indonesia sebagai wujud pertanggungjawaban kepada seluruh rakyat dalam rangka menjalankan tugas dan fungsinya sebagai alat pertahanan dan keamanan negara. Karena kita ketahui bersama TNI memiliki tugas pokok untuk menjaga kedaulatan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Dalam latihan ini dilibatkan seluruh kekuatan TNI, baik angkatan darat, laut, maupun udara. Sedangkan daerah latihan yang dipilih ada 3 tempat, yaitu Batam, Singkawang(Kalimantan Barat) dan Kalimantan Timur daerah Sangatta. 

TNI AU sebagai bagian integral dari TNI,  juga mengerahkan seluruh kekuatan udara yang dimiliki dalam Satgasud, yang selanjutnya sebagai satuan pelaksana operasi udara, antara lain Satlakopsud Balikpapan. Salah satu unsur kekuatan udara yang dijadikan sebagai ujung tombak dalam setiap pelaksanaan misi/operasi.adalah Skadron Udara 1 “Elang Khatulistiwa” dengan pesawat Hawk 109/209 yang berhomebase di Lanud Supadio Pontianak. Tugas-tugas yang diemban oleh unsure Hawk 109/209 yaitu melaksanakan Serangan Udara Langsung (SUL) dan Bantuan Tembakan Udara (BTU), yang keseluruhannya berguna untuk membantu gerak maju pasukan kawan.

Dalam latihan ini para penerbang skadron udara 1 yang ikut serta terdiri dari instruktur, elemen lead, wingman, dan siswa transisi. Termasuk saya sendiri yaitu Lettu Pnb Mochamad Amry Taufanny Elang-29 (Thresher) kualifikasi Wingman Combat, lulusan AAU 2002 dan Sekbang 68. Kebetulan saya hanya satu-satunya wingman yang dimiliki oleh Skadron Udara 1 saat ini.  Latihan ini bukan pertama kalinya bagi saya dalam mengikuti dinas luar skadron udara 1, namun pada latihan ini merupakan penampilan perdana saya untuk melaksanakan penembakan menggunakan roket FFAR live. Sedangkan untuk penggunaan bomb live sudah pernah saya laksanakan di AWR Pandanwangi Jawa timur. 

Baca juga:  Kemenhan Yakinkan DPR Soal IFX/KFX

Dengan berperan sebagai wingman combat, pada Latgab 2008 ini saya mendapat tugas untuk melaksanakan SUL Purla (Pertempuran Laut) pada Hari H-1, sebagai leader adalah Kapten Pnb Agung Indrajaya Elang-23 (Cayman) dan saat itu kami terbang dengan callsign Elang flight. Tetapi dalam pelaksanaan misi tergabung dalam Foxtrot flight bersama dengan Tiger flight dari F-5 Skadron Udara 14. Waktu pelaksanaannya sore hari dengan TOT (Time Over Target) pukul 17.05 WITA. Dengan waktu TOT yang sudah ada Elang flight start engine pada pukul 16.15 dan akhirnya airbone pada pukul 16.30. Dalam perjalanan Foxtrot flight elemen 1 (Elang Flight) mendahului untuk menuju holding point diikuti oleh elemen 2 (Tiger flight). Setelah bergabung di titik yang kami sepakati menjadi foxtrot flight lima pesawat ini segera menuju target yang diinformasikan ada sekitar 5 Nm dari konvoi kapal TNI AL yang di dalamnya ada Presiden RI yang turut menyaksikan secara langsung latihan pada sore itu. Saat melaksanakan holding, karena terlalu rame komunikasinya, akhirnya saya berinisiatif dengan persetujuan leader untuk berkomunikasi dengan KRI, dan akhirnya kami dapatkan koordinat dari target. Yang sebelumnya bahwa kami sama sekali belum pernah melihat target yang akan kami hancurkan, karena target tersebut baru ditarik oleh kapal TNI AL 1 jam sebelumnya.

Baca juga:  DISIPLIN SEBAGAI FONDASI KESELAMATAN TERBANG DAN KERJA

Kurang lebih 2 menit meninggalkan holding point, kami melihat konvoi kapal KRI milik TNI AL, dan kapten agung sebagai leader segera memerintahkan kami untuk split/berpisah sesaat setelah melintas diatas kapal-kapal tersebut, kemudian kami berbelok ke kiri, sambil mencari-cari dimana letak target ataupun bentuknya. Akhirnya setelah diamati dengan seksama saya dapat melihat target yang harus dihancurkan, ternyata target tersebut hanya terlihat sebesar 2 cm dengan ketinggian saya saat itu adalah 4000 feet, berwarna orange berbentuk bulat seperti tomato killer. Pesawat kapten agung sudah di final dan akan melepaskan 38 roket yang dibawa. Saat posisi saya ada di base turning final saya melihat target sudah diterjang roket-roket yang dibawa kapten agung, dan hal itu lebih membuat saya yakin bahwa itulah target yang harus dihancurkan. Padahal kuarng lebih jarak 500m di depan target ada sejenis kapal nelayan yang memiliki terpal berwarma orange juga. Akhirnya tibalah saat saya mempersiapkan untuk melepas roket-roket yang saya bawa, dan saat saya pickle meluncurlah roket dari pesawat saya dengan pancaran api yang cukup menyilaukan mata. Setelah itu saya langsung menghindari target untuk join kembali ke pesawat leader, selain itu target juga akan di bom oleh tiger flight. Jadi target sudah tidak berbentuk lagi setelah diterjang oleh roket-roket dari elang flight, apalagi dihancurkan dengan bom-bom berdaya ledak tinggi yang dibawa tiger flight, membuat target rata dengan air laut.

Baca juga:  K. 91

Akhirnya rasa stres yang muncul sebelum misi dilaksanakan agak berkurang, hanya tinggal membawa pesawat dengan aman untuk pulang ke Lanud Balikpapan. Untuk pelaksanaan landing tiger flight mendahului kami, dan akhirnya ketika giliran elang flight landing, ternyata sudah banyak orang yang menunggu kami di bawah. Setelah mesin dimatikan saya langsung mendapatkan ucapan selamat karena misi berhasil dilaksanakan dan target hancur tidak bersisa. Saya sangat bersyukur sudah dapat melaksanakan tugas dengan maksimal, walaupun ini untuk pertama kalinya. Dan saya akan bertekad untuk lebih baik lagi di masa yang akan datang. Demikianlah pengalaman saya saat melaksanakan penembakan dengan roket FFAR live yang pertama di ajang Latihan gabungan TNI 2008 yang langsung disaksikan oleh Presiden Republik Indonesia, Terima kasih.

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel