Berita

Penerapan Teknologi Modifikasi Cuaca Di Provinsi Riau

Dibaca: 3 Oleh 23 Jun 2015Tidak ada komentar
indonesianf16pesawat0170 tniau
#TNIAU 

Cuaca panas yang terjadi di Provinsi Riau diperkirakan akan menimbulkan kembali titik-titik api atau hotspot yang dapat menyebabkan terjadinya bencana asap akibat kebakaran lahan dan hutan.

Untuk mencegah timbulnya titik-titik api tersebut Plt. Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rahman meresmikan penerapan Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC), yang dihadiri oleh Kepala BNPB, Dirjen PPI Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Sestama BPPT, Danrem 031/WB, Danlanud Roesmin Nurjadin, dan pejabat terkait di Ruang Arjuna Lanud Roesmin Nurjadin, Senin (22/6).

Operasi TMC dilaksanakan oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana Alam (BNPB) bekerja sama dengan Unit Pelaksana Teknis (UPT) Hujan Buatan-Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) dalam rangka siaga darurat kebakaran lahan dan hutan untuk mengoptimalkan potensi awan menjadi hujan.

Dalam sambutannya Danlanud Roesmin Nurjadin Kolonel Pnb M. Khairil Lubis menyampaikan bahwa sebagai bagian dari NKRI tentunya Lanud Roesmin Nurjadin akan selalu siap mendukung program pemerintah berupa pelaksanaan penerapan TMC dengan mengerahkan segala daya dan upaya, baik personel ataupun alutsistanya.

Baca juga:  24 Personel Lanud Sam Ratulangi Naik Pangkat

 “Diharapkan kedepannya bencana kabut asap akibat kebakaran lahan dan hutan ini dapat diminimalisir dengan melaksanakan pencegahan sedini mungkin”, lanjut Danlanud.

Setelah laporan dan analisis dari tim BMKG diterima, maka kegiatan TMC dapat dilaksanakan. Operasi ini sendiri didukung 1 unit pesawat jenis CN-295 dari Skadron Udara 2 Lanud Halim Perdanakusuma, yang dilengkapi dengan Artemis-CN295 (Artificial Rain Technology Enhanced Mechanical Seeding System for CN-295), yaitu Konsul untuk penempatan dan pelepasan bahan semai pada pesawat CN-295 dengan kapasitas 4 ton.

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel