Berita

PENERBANG TEMPUR SKADRON UDARA 1 LATIHAN TERBANG MALAM

Dibaca: 6 Oleh 22 Des 2010Tidak ada komentar
c130 hercules indonesian air force approaching
#TNIAU 

Situasi kota Pontianak sepi, sunyi dan lengang ditambah lagi hujan rintik-rintik serta mendung pada malam hari itu, namun terdengar suara gemuruh yang terdengar oleh masrakat Pontianak dan sekitarnya. Itulah pesawat tempur Hawk 100/200 dari Skadron Udara 1 Lanud Supadio sedang melaksanakan latihan terbang malam. Berkas cahaya dari pesawat tempur berpendar di langit gelap kota Pontianak. Sementara itu, aktivitas di Skadron Udara 1 juga cukup sibuk guna mendukung kegiatan latihan terbang malam, (21/12).

 

Aktivitas di Lanud Supadio umumnya dan Skadron Udara 1 khususnya tersebut dalam rangka latihan terbang malam yang digelar Skadron Udara 1. Latihan tersebut dilaksanakan untuk meningkatkan profisiensi dan kemampuan para penerbang sehingga dalam kondisi dan situasi apapun baik siang ataupun malam, Skadron Udara 1 siap melaksanakan tugas operasi yang dibebankan negara.

 

Bagi penerbang tempur, terbang malam bukan merupakan hal yang luar biasa namun perlu untuk pembiasaan terutama pada saat lepas landas dan mendarat yang sangat mengandalkan instrumen yang ada disamping visual dengan alat bantu lampu penerangan yang ada di dua sisi landasan, untuk itu para penerbang dituntut lebih teliti dan hati-hati dalam menerbangkan pesawat serta melakukan manuver-manuver tertentu.

Baca juga:  ANGKASA FC TAKLUKAN MITRA FC

 

Komandan Lanud Supadio Kolonel Pnb Imran Baidirus, S.E. mengatakan latihan terbang malam ini guna meningkatkan profesional para penerbang dalam mengantisipasi kemungkinan akan terjadi gangguan, ancaman serta pelanggaran wilayah kedaulatan hukum nasional oleh pihak lain. Untuk meningkatkan dan mempertahankan kemampuan serta tetap terpeliharanya keahlian terbang, para penerbang tentunya membutuhkan latihan yang berkesinambungan dengan kondisi cuaca maupun situasi siang ataupun malam sehingga para penerbang dapat mengatasi berbagai tantangan tugas yang dihadapi.

 

”Terbang malam mempunyai tingkat kesulitan yang cukup tinggi dan perbedaan yang spesifik dibanding terbang siang hari. Dimana terbang malam, seorang awak pesawat atau penerbang dalam mengoperasikan pesawat hanya mengandalkan instrument pesawat dan peralatan pendukung yang ada di cokpit. Keterbatasan jarak pandang juga merupakan kesulitan yang harus diatasi,” tambah Danlanud.

 

Hal senada juga disampaikan Komandan Skadron Udara 1 Letkol Pnb Tjahya Elang Migdiawan. Menurutnya latihan terbang malam ini salah satu latihan yang penting bagi para penerbang maupun ground crew sehingga dapat meningkatkan kemampuan operasional Skadron Udara 1. ”Latihan terbang malam ini juga melatih dan dapat dijadikan barometer untuk mengukur kemampuan kesiapan personel yang ada, baik kesiapan para penerbang, alutsista serta kesiapan teknisi dalam penyiapan pesawat,” tambahnya.

Baca juga:  158 CASIS IKUTI PANTUKHIRDA DI LANUD HALIM

 

Latihan terbang malam ini, lanjut Danskadron melibatkan satuan-satuan kerja di Lanud Supadio, Skadron Udara 1 dan pihak Bandara Supadio. Dan latihan ini direncanakan berlangsung selama tiga hari dari tanggal 21 s.d. 23 Desember 2010.

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel