Berita

Penertiban Pengemudi Taksi Bandara Lanud Husein Sastranegara

Dibaca: 30 Oleh 28 Feb 2017Tidak ada komentar
indonesianf16pesawat0170 tniau
#TNIAU 

Bandara Husein Sastranegara merupakan pintu gerbang untuk memasuki wilayah Jawa Barat. Sebagai bandar udara yang menjadi destinasi wisata baik dalam negeri maupun luar negeri, keberadaan Bandara Husein Sastranegara harus menunjukkan kelasnya sebagai bandara yang representative bagi para penumpang dengan berbagai fasilitas yang memberikan kenyamanan, keamanan, dan ketertiban bagi para pengunjungnya. Salah satu sarana yang saat ini sedang dan terus dibenahi adalah moda transportasi yaitu taksi. Oleh karena itu guna menciptakan kondisi yang aman serta nyaman bagi para penumpang yang menggunakan moda transportasi taksi di Bandara Husein Sastranegara dilaksanakan kegiatan penertiban untuk armada taksi oleh personel Satpomau Lanud Husein Sastranegara, Ketua Unit taksi Primkopau Lanud Husein Sastranegara PNS Dusan Setiawan dan beberapa staf lainnya, satu persatu taksi-taksi yang sedang parkir Bandara Husein Sastranegara, diperiksa kelengkapan surat dan kondisi fisik mobil.

Kelengkapan surat-surat yang harus dimiliki oleh para supir taksi tersebut antara lain SIM pengemudi, STNK, Kartu Identitas Pengemudi (KIP), Surat Izin Operasional, Kartu Pengawasan dan Buku Tera Meter Taksi. Sementara untuk fisik kendaraan pengecekan meliputi lampu mahkota, argometer, air conditioner, radio panggil, nomor lambung taksi, nomor telepon, serta kerapihan bagi pengemudi bagi pengemudi taksi, Senin (27/2).

Baca juga:  ANGGOTA LANUD MUS ATASI AMUKAN SIJAGO MERAH

Menurut Dansatpom Lanud Husein Sastranegara Mayor Pom Made Oka pemeriksaan ini perintah langsung dari Danlanud Husein Sastranegara Kolonel Pnb Y. Aditya Permana, guna penertiban taksi-taksi yang beroperasi di Bandara. “Hal ini dilakukan agar dapat memberikan kenyamanan terhadap para penumpang pengguna jasa taksi bandara”, tegas Dansatpom. Lebih lanjut Dansatpom juga menjelaskan untuk taksi di Bandara Husein Sastranegara sudah semua menggunakan argo, sehingga masyarakat tidak perlu takut menggunakan taksi Bandara, dikarenakan argo tersebut selalu di cek dan ricek oleh petugas serta diharapkan para penumpang yang akan menggunakan jasa taksi Bandara agar langsung menghubungi counter taksi, sehingga akan meminimalisir terjadinya pelanggaran yang akhirnya merugikan penumpang.

“Setelah pemeriksaan dilakukan dan terdapat kekurangan agar segera diperbaiki kekurangan tersebut, apabila dilakukan pemeriksaan ulang dan pengemudi/pemilik taksi belum memperbaiki kekurangannya, tindakan tegas akan diberikan, “Bisa saja dicabut izin operasionalnya”, tegas Dansatpom. Lebih lanjut Dansatpom terkait dengan maraknya taksi online yang masuk di Bandara Husein Sastranegara “ Diharapkan para rekan-rekan pengemudi taksi-taksi online tidak mengambil penumpang di Bandara, kalau taksi online mengambil penumpang diluar lingkungan Bandara itu dipersilahkan saja. Taksi Bandara juga tidak melakukan kegiatan monopoli dilingkungan Bandara sepanjang sesuai dengan aturan yang sudah ditetapkan yaitu menggunakan nomor antrian”, jelas Dansatpom.

Baca juga:  Pelatihan Psikologi Kepemimpinan Siswa Setukpa Angkatan Ke-17 tahun 2014

Senada dengan Dansatpom Kaprimkopau Lanud Husein Sastranegara Kapten Lek H. Kasdani menyampaikan, unit usaha taksi merupakan respon Primkopau Lanud Husein Sastranegara, sesuai Peraturan Kepala Staf Angkatan Udara (KASAU) Nomor 29 tahun 2013 tentang penataan koperasi di lingkungan TNI Angkatan Udara dalam Bab II pasal 2 ayat 3 disebutkan koperasi melakukan usaha yang berkaitan langsung dengan kepentingan anggota untuk meningkatkan kesejahteraan anggota beserta keluarganya. “Sehingga usaha taksi merupakan upaya meningkatkan kesejahteraan anggota Primkopau melalui jasa angkutan taksi.

 

 

 

 

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel