Berita

Pengeboman Tiga Kota: Semarang, Salatiga dan Ambarawa Bukti Nyata Keberanian Kadet Sekolah Penerbang

Oleh 29 Jul 2019 Juli 30th, 2019 Tidak ada komentar
Pengeboman Tiga Kota : Semarang, Salatiga Dan Ambarawa Bukti Nyata Keberanian Kadet Sekolah Penerbang
#TNIAU 

TNI AU.   Kepala Staf Angkatan Udara Marsekal TNI Yuyu Sutisna, S.E., M.M. memimpin upacara peringatan Hari Bhakti TNI AU ke-72 di Lapangan Dirgantara Akademi Angkatan Udara, Senin (29/7).  Hari Bakti Angkatan Udara yang diperingati setiap tahun ini, berawal dari adanya dua peristiwa penting yang terjadi pada tanggal 29 Juli 1947, yaitu:

Pertama.   Munculnya heroisme para Kadet Penerbang Angkatan Udara yaitu Kadet Penerbang Mulyono, Sutarjo Sigit, dan Suharnoko Harbani untuk mempertahankan kemerdekaan Indonesia dari tangan penjajah, dengan melakukan serangan udara pada pagi hari ke kubu pertahanan Belanda di Semarang, Ambarawa dan Salatiga. Serangan udara ini merupakan operasi udara pertama kali dan menjadi cikal bakal operasi udara yang terus dikembangkan oleh TNI Angkatan Udara.

Kedua. Gugurnya perintis dan pendahulu TNI Angkatan Udara yaitu Komodor Udara Agustinus Adisucipto, Komodor Udara Prof. Dr. Abdulrachman Saleh dan Opsir Muda Udara I Adisumarmo. Saat itu para pejuang tersebut sedang melakukan misi kemanusiaan membawa obat-obatan bantuan dari Palang Merah Malaya untuk Palang Merah Indonesia.

Lapangan terbang Maguwo menjadi saksi bisu 72 tahun yang lalu, pagi itu Selasa 29 Juli 1947 para pemuda penerbang Indonesia sudah disibukkan persiapan untuk melakukan serangan ke tangsi-tangsi militer baik di Semarang, Salatiga dan Ambarawa. Empat pesawat direncanakan akan melakukan operasi udara ini, namun pada saat akan terbang hanya tiga pesawat yang siap dipasang bom dan dikerjakan siang malam oleh para teknisi. Deru mesin pesawat pagi itu memecahkan lapangan Udara Maguwo. Pesawat Guntai dan dua pesawat Cureng secara beruntun terbang meninggalkan Maguwo. Pesawat Guntai dipiloti Kadet Udara 1 Mulyono dengan Air Gunner Dulrahman terbang lebih dahulu. Disusul dua pesawat Cureng yang dipiloti Kadet Udara 1 Sutarjo Sigit dengan Air Gunner Sutarjo dan Kadet Udara 1 Suharnoko Harbani dengan Air Gunner Kaput.

Secara mental ada tiga efek yang ditimbulkan dari operasi udara itu. Pertama, Suasana perjuangan yang mengelora di hati pemuda menambah meningkatkan semangat juang bangsa Indonesia dan menambah percaya diri para pejuang waktu itu.

Kedua, Penyerangan tiga kota itu merupakan bentuk eksistensi negara yang pada saat itu sedang tercabik-cabik oleh pengingkaran Belanda dengan hasil Linggarjati.

Ketiga, Keberadaan Militer Indonesia pada hakikinya juga ditakuti Belanda ini terbukti dengan upaya Belanda untuk memperlemah militer mempersempit gerak militer.

Keteladanan yang diwariskan oleh peristiwa penyerangan tiga kota merupakan bukti keberaniaan, dedikasi dan cinta tanah air dari pemuda-pemuda Indonesia pada waktu itu. Penyerangan tiga kota yang membawa pengaruh besar dalam menumbuhkan kepercayaan diri dari para pejuang saat itu merupakan keteladanan yang baik. Mengenai arti Keberanian dari seorang penerbang yang ingin mendarma bhaktikan dirinya. Sutarjo Sigit, Suharnoko Harbani dan Mulyono merupakan generasi emas TNI AU yang telah sepenuh jiwa raga mengharumkan  nama Indonesia ke kancah dunia Internasional.

Hari Bhakti TNI ke 72 ini bagi bangsa Indonesia harus lebih dimaknai oleh keteladanan yang telah ditunjukkan oleh pemuda-pemuda Penerbang Indonesia yang dengan keberaniannya membela harga diri bangsa yang telah dirobek-robek oleh Belanda dengan pengingkaran Perjanjian Linggarjati dan serangan yang sporadis terhadap kesatuan-kesatuan tentara saat itu.

Pengeboman Tiga Kota : Semarang, Salatiga Dan Ambarawa Bukti Nyata Keberanian Kadet Sekolah Penerbang

Rangkaian Hari Bhakti dilaksanakan dengan melaksanakan kegiatan Bhakti Sosial di daerah Nanggrek Jawa Barat tanggal 20 Juli 2019, Peresmian Prasasti Jatayu 22, ziarah di Monumen Sejarah Perjuangan Ngoto, Sambungrasa di Museum Dirgantara Mandala, Napak Tilas Serangan Udara dan Wisuda Purna Bhakti bagi 38 Perwira Tinggi Angkatan Udara yang memasuki Purna Bhakti di Gedung Handrawina AAU.

Hadir dalam acara tersebut Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.IP. beserta para Purnawira Pati TNI dan para Wisudawan Purnawira Pati TNI, pejabat Forkopimda serta seluruh civitas akademika Akademi Angkatan Udara.

Terkait

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel