Berita

Pengelolaan FIR Segera Dapat Dikelola Indonesia

Dibaca: 1 Oleh 04 Des 2014Tidak ada komentar
21722ef118dabb8b34f8ca385dddf40d
#TNIAU 

Pengelolaan FIR (Flight International Region) diatas kepulauan Riau dan Natuna yang saat ini dikelola oleh Singapura perlu segera dapat dikelola oleh Indonesia. Oleh karena itu kepentingan nasional diwilayah udara harus menjadi dasar bagi pengembangan pertahanan dan keamanan dalam rangka menegakkan kedaulatan negara secara utuh.

Demikian dikatakan Kasau Marsekal TNI Ida Bagus Putu Dunia pada peresmian pengoperasian Skadron Udara 16 Lanud Roesmin Nurjadin Pekanbaru, Riau. Rabu (3/12).

Dikatakan, pengembangan kekuatan serta modernisasi alutsista TNI Angkatan Udara itu sendiri terus diupayakan secara maksimal ditujukan untuk menjaga kedaulatan dan keutuhan NKRI.

Berdasarkan Pasal 10 Undang Undang RI nomor 34 tahun 2004, disamping tugas pertahanan matra udara , tugas yang dibebankan kepada TNI Angkatan Udara adalah menegakkan hukum dan menjaga keamanan di wilayah yuridiksi nasional sesuai dengan ketentuan hukum nasional dan hukum internasional yang telah diratifikasi, jelas Kasau.

Mencermati letak geografis serta tantangan yang dihadapi, khusunya di Indonasian Bagian Barat maka TNI Angkatan Udara mengambil langkah untuk membangun dan mengembangkan kekuatan di wilayah Koopsau I dalam hal ini di Lanud Roesmin Nurjadin Pekanbaru.

Baca juga:  PANGKALAN UDARA SURYADARMA DISERBU PASUKAN PAYUNG

Pesawat F-16 C/D Blok 52 sebanyak 24 hasil hibah dari pemerintah Amerika Serikat akan dialokasikan sebanyak 16 pesawat di Skadron Udara 16 Lanud Roesmin Nurjadin, sedangkan 8 pesawat lainnya akan memperkuat Skadron Udara 3 Lanud Iswahjudi.

Pertimbangan pesawat F-16 ditempatkan di Lanud Roesmin Nurjadin Pekanbaru, karena posisi Pekanbaru sangat strategis dalam konsep pertahanan NKRI dan penegakan hukum di wilayah Barat Indonesia.

Pesawat tempur F-16 ini memiliki kemampuan multi roll diantaranya, dapat melaksanakan serangan udara ke darat, pertempuran di udara (Dogfight), pertahanan udara atau operasi dukungan udara lainnya dan mampu melaksanakan pengisiian bahan bakar di udara, ujar Kasau.

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel