Berita

PENGENDALIAN OPERASI UDARA “ANGKASA YUDHA 2012” DI KOSEKHANUDNAS I

Dibaca: 23 Oleh 25 Okt 2012Tidak ada komentar
9b842766a265b99c2bf19666b186f743
#TNIAU 

Gedung Pusat Operasi Komando Sektor Pertahanan Udara Nasional (Kosekhanudnas) I dijadikan sebagai Pusat Operasi Udara (Air Operation Center) Oleh Komando Tugas Gabungan Udara (Kogasgabud) dalam latihan puncak TNI Angkatan Udara “Angkasa Yudha” (21-23/10). Bertindak selaku Pangkogasgabud adalah Kaskoopsau II Marsma TNI A. Dwi Putranto dan selaku Kepala Staf Kogasgabud adalah Pangkosekhanudnas 3 Marsma TNI Yuyu Sutisna,.

Latihan Angkasa Yudha 2012 ini menitikberatkan fungsi koordinasi, kerjasama dan keterpaduan pola operasi udara antara satuan-satuan tugas dalam satu komando pengendalian oleh Komando Tugas Gabungan Udara (Kogasgabud). Kosekhanudnas I beserta jajarannya melaksanakan operasi pertahanan udara untuk mendukung Satgas HanudKogasgabud dengan memberikan perlindungan udara pada setiap tahapan operasi Kogasgabud, Termasuk melalui pengamatan udara selama 24 jam/hari secara terus menerus oleh Satrad 211 Tanjung Kait, Satrad 213 Tanjung Pinang dan Satrad 216 Cibalimbing dan pengendalian pesawat tempur sergap F-16.

Satuan Tugas yang terlibat dalam Latihan Angkasa Yudha 2012 ini meliputi Satgas Tempur (F-16, Hawk 100/200 dan SU-27/30 Sukhoi), Satgas Dukpur (C-130, B-737, CN-235, C-212, EC-120 B, SA-330 dan NAS-332), Satgas Hanud (F-16 dan Radar jajaran Kosekhanudnas I), Satgas Paskhasau (tim Pengendali Tempur/Dalpur, Detasemen Bravo, Satuan Tempur, Pengendali Pangkalan dan SAR Tempur) dan Satgas Informasi (Unsur Public Affair, Psy Ops, Cyber Warfare, Kontra Opini dan Information Electronic Warfare). Sebagai lokasi sasaran serangan udara dalam latihan ini adalah AWR (AIR Weapon Range) Buding di Tanjungpandan.

Baca juga:  Pangkoopsau I Irup Apel Gabungan

Dengan terlaksananya Latihan Angkasa Yudha 2012 selain menguji seluruh Doktrin yang dimiliki TNI AU, juga untuk menguji doktrin baru operasi udara TNI AU yaitu Perkasau No 56 Tahun 2012 tentang Operasi Udara pada Operasi Gabungan TNI, sehingga diharapkan dapat mewujudkan prinsip unity of command atau kesatuan komando pengendalian dalam pelaksanaan Operasi Udara yang dilakukan TNI AU, baik secara mandiri atau secara gabungan dengan matra lain.

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel