TNI AU - Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara

Peningkatan Skill dan Sumber Daya Manusia Melalui Diskusi di JAPL

By 21 Sep 2016Berita
1280px-Photo_20031215_122634

Beberapa waktu yang lalu setelah diresmikan oleh Kepala Staf Angkatan Udara Marsekal TNI Agus Supriatna tepatnya 19 Juni 2016 Jupiter Air Power Lounge (JAPL) di area Wingdikterbang, secara aktif mulai digunakan. Jupiter Air Power Lounge merupakan ruangan yang melengkapi fasilitas Wingdikterbang yang bertujuan sebagai sarana untuk pembelajaran, pembahasan, diskusi dan sharing tentang materi kekuatan udara nasional saat ini dan proyeksi ke depan serta perkembangan kekuatan udara di berbagai penjuru dunia serta sebagai basic knowledge yang harus dimiliki oleh setiap insan Angkatan Udara.

Komandan Wingdikterbang Kolonel Pnb. Bonang Bayuaji menyampaikan bahwa diskusi rutin yang digelar para penerbang dilaksanakan satu minggu dua kali setiap Selasa dan Kamis pukul 15.00 Wib. Agenda diskusi tersebut adalah guna meningkatkan skil dan memberdayakan potensi para penerbang, terutama dalam menghadapi tugas-tugas ke depan yang semakin kompleks.

Kali ini Instruktur Penerbang dan Member dari The Jupiter Lanud Adisutjipto Selasa (20/9) yang dipimpin oleh Danwingdikterbang Kolonel Pnb Bonang Bayuaji Gautama mengadakan kegiatan diskusi Air Power di Jupiter Air Power Lounge. Kegiatan tersebut dimaksudkan untuk terus mengasah kemampuan para penerbang militer di Lanud Adisutjipto tentang kekuatan udara yang dimiliki oleh TNI AU.

Dalam diskusi air power kali ini, Letkol Pnb HM Kisha menyampaikan materi tentang ROE (Role Of Engagement) kekuatan udara dimana dapat membantu menggambarkan situasi dan kondisi kekuatan militer suatu negara untuk mencapai tujuan negara tersebut. ROE diwujudkan dalam bentuk doktrin militer nasional mengenai kebijakan negara dalam strategi penggelaran kekuatan udara. Lebih lanjut dijelaskan bahwa ROE untuk memuat kebijaksanaan penggunaan kekuatan sesuai dengan hukum internasional, bahwa suatu negara terikat oleh Perjanjian hukum Jenewa dan Den Haag.

Selain itu penggunaan kekuatan udara suatu Negara juga harus mengikuti hokum nasional, dimana Angkatan bersenjata masing-masing Negara harus mematuhi hokum nasional mereka sendiri. Misalnya hukum nasional beberapa negara dapat membatasi kemampuan pasukan untuk penggunaan kekuatan, dengan tujuan untuk melindungi orang lain atau untuk mempertahankan property suatu negara.

Satu hal yang terkait dengan ROE adalah kebijakan nasional. Setiap negara memiliki posisi hukum yang berbeda pada isu-isu tertentu terutama perencanaan dan pelaksanaan operasi militer yang harus memperhitungkan posisi kebijakan nasional yang berbeda. Sebagai contoh beberapa Negara dalam beberapa keadaan membatasi tingkat diperbolehkannya cedera incidental atau kerusakan yang dapat diterima standar LOAC. Sedangkan dalam operasi multinasional perbedaan kebijakan tersebut perlu diidentifikasi dan dimasukkan dalam rencana dan pelaksanaan operasi.

Kegiatan diskusi Air Power kemudian dilanjutkan dengan sesi tanya jawab dan brainstorming serta melihat video terkait pelaksanaan ROE dalam penggelaran operasi udara dan kekuatan Udara. Agenda diskusi Air Power rencananya tetap akan berlanjut, terencana dan materi akan disesuaikan dengan kebutuhan. Kegiatan ini juga terbuka bagi seluruh perwira di Lanud Adisutjipto sebagai peningkatan pengetahuan tentang air power yang muaranya pada profesionalisme insan Angkatan Udara.

 

 

Leave a Reply

Verifikasi CAPTCHA *

Peningkatan Skill dan Sumber Daya Manusia Melalui Diskusi di JAPL