Berita

Penutupan Latihan Hanudnas Tutuka ke-37

Dibaca: 4 Oleh 27 Sep 2013Tidak ada komentar
emb 314
#TNIAU 

Kepala Staf Umum (Kasum) Panglima TNI Marsdya TNI Boy Syahrir Qamar, SE mewakili Panglima TNI menjadi inspektur pada Upacara Penutupan Latihan Hanudnas Tutuka ke-37 tahun 2013 yang berlangsung di Gedung Pusdalops TNI, Mabes TNI, Kamis (26/9). Kegiatan dihadiri oleh pejabat di lingkungan Mabes TNI, Danjen Akademi TNI Marsda TNI Bambang Samoedro, Pangkoopsau I Marsda TNI M. Syaugi, Dankorpaskhas Marsda TNI Amarullah, serta beberapa pamen TNI AU lainnya.

Sebanyak 218 orang komando latihan dan 1582 orang pelaku di lapangan telah menyelesaikan Latihan Hanudnas Tutuka ke-37 tahun 2013 yang melibatkan 1 flight pesawat Sukhoi SU-27/30, 1 flight EMB-314 Super Tucano, 2 pesawat C-130 hercules, 1 pesawat intai Boeing 737, 1 helicopter SA-332 Super puma, 1 KRI Sultan Hasanuddin dari Armatim, 1 helicopter bolco TNI AD, 1 satuan tempat pertahanan udara Paskhas, dan Satrad jajaran Kosek Hanudnas II dan IV.

Latihan yang dilaksanakan selama tiga hari tersebut berjalan sesuai dengan skenario berupa kerjasama dalam pendeteksian, pengusiran, penghancuran, serta pendaratan paksa berlangsung optimal.

Baca juga:  Upacara 17-an di Kosekhanudnas II

Panglima menyampaikan, penyelenggaraan keamanan negara, yang salah satunya bertumpu pada kekuatan dan kemampuan Komando Pertahanan Nasional (Kohanudnas) harus dipandang sebagai keadaan dimana kepentingan nasional dan rakyat Indonesia secara penuh, harus dilindungi pada setiap aspek kehidupannya terutama pada aspek ekonomi dan sosial, guna membangun kesejahteraan rakyat.

Pemahaman tersebut menuntut besarnya daya tangkap dan ketajaman analisis seluruh unsur Kohanudnas dalam membaca gelagat perkembangan lingkungan strategis, yang disertai daya kreatif manajemen operasi untuk mengoptimalkan kemampuan dan mengukur secara cermat setiap kemampuan yang dimiliki.

“Kepada Kohanudnas dan seluruh jajarannya untuk mengevaluasi pelaksanaan latihan ini secara cerdas dan obyektif. Sebagai bagian dari Komando Utama Operasi TNI, Kohanudnas tidak boleh ragu untuk melakukan perubahan bila memang dianggap perlu dan penting, baik pada aspek paradigma, doktrin dan strategi, serta aspek – aspek pembinaan personel dan kemampuan teknis”, perintah Panglima.

Untuk itu, diharapkan dapat terus dikembangkan kepemimpinan partisipatif dengan tetap memegang teguh prinsip kesatuan komando agar segala peran partisipasi dan kreativitas di jajaran Kohanudnas berjalan dalam koridor kebijakan pimpinan TNI.

Baca juga:  Kasum TNI Buka Kejurnas Atletik Piala Panglima TNI 2019 di AAU

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel