Berita

PENUTUPAN LATIHAN SURVIVAL DI LANUD SUPADIO

Dibaca: 1 Oleh 24 Feb 2014Tidak ada komentar
Museum Pusat TNI Angkatan Udara Dirgantara Mandala
#TNIAU 

Latihan survival dasar yang baru saja diselesaikan untuk melatih dan menambah pengetahuan para awak pesawat tentang cara-cara mempertahankan hidup dari kesulitan-kesulitan yang ditemui, baik di darat maupun di air, bila sewaktu-waktu pesawatnya mengalami permasalahan dalam melaksanakan tugas operasi.

Demikian sambutan tertulis Komandan Lanud Supadio yang dibacakan Kepala Dinas Personel (Kadispers) Letkol Adm Dedy Hendra Effendi pada upacara penutupan Latihan Survival Dasar Elang Mandau 2014 di Markas Komando Batalyon 465 Paskhas Brajamusti, Sabtu (22/2).

Oleh karenanya, lanjut Danlanud, latihan survival Dasar ini merupakan suatu proses kegiatan yang berlanjut dan harus lebih meningkat mutunya, maka dalam latihan diusahakan mendekati keadaan yang sebenarnya. Hal ini bertujuan agar para peserta bila dihadapkan dengan keadaan yang sebenarnya sudah dapat bertindak dengan benar dan tepat sehingga dapat menyelamatkan diri sendiri maupun orang lain.

Danlanud menambahkan dengan berakhirnya latihan ini tentunya harus dilakukan evaluasi pelaksanaannya, telah sesuaikah dengan petunjuk dan skenario latihan dan sejauhmana telah memenuhi tujuan dan sasaran yang harus dicapai. Pada latihan ini juga harus dicari faktor-faktor yang menghambat dalam latihan, sehingga pada latihan yang akan datang tidak akan terulang lagi dan lebih meningkat mutu latihannya.

Baca juga:  Prajurit Paskhas TNI AU Yang Bertugas Di Lebanon Peringati Hut Ke-67 Korpaskhas

Latihan survival yang dilaksanakan selama dua hari ini mengambil tempat di daerah sekitar Pangkalan TNI AU Supadio. Adapun kegiatannya dibagi menjadi dua yaitu survival darat dengan materi kompas dan GPS, Sanjak (Mengesan Jejak) dan jalan peta, taktik perorangan dan taktik regu serta menembak. Sedangkan survival air dengan materi pengenalan LCR dan latihan SAR di air. Latihan yang rutin dilaksanakan ini diikuti 60 perwira terdiri dari 7 orang penerbang, 17 orang teknisi dan 36 perwira staf Lanud Supadio serta didukung 39 orang Kolat dan 18 orang pelatih dari Batalyon 465 Paskhas. 

Turut hadir dalam upacara penutupan para Kepala Dinas, para Komandan Satuan serta para Perwira, Bintara dan Tamtama di jajaran Lanud Supadio, Skadron Udara 1 dan Batalyon 465 Paskhas. Setelah upacara penutupan dilanjutkan dengan pembagian hadiah bagi tim yang terbaik dalam melaksanakan Latihan Survival dan ucapan selamat kepada para peserta survival yang telah berhasil melaksanakan latihan dengan aman dan lancar.

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel