Berita

PENYALAHGUNAAN NARKOBA BERDAMPAK KOMPLEKS

Dibaca: 35 Oleh 14 Mei 2010Tidak ada komentar
PENYALAHGUNAAN NARKOBA BERDAMPAK KOMPLEKS
#TNIAU 

KASAU:

Penyalahangunaan Narkotika dan Zat Adiktif berdampak Kompleks

 

 

 

Penyalahgunaan narkotik dan zat adiktif lainnya dapat membawa dampak luas dan kompleks, seperti perubahan prilaku, gangguan kesehatan, menurunnya aktivitas kerja, kecelakaan lalu lintas, kriminalitas dan tidak kekerasan. Hal ini dapat diperburuk dengan terjadinya komplikasi medik berupa kelainan paru, gangguan liver, hepatitis dan penularan HIV/AIDS.

 

Demikian sambutan yang disampaikan Kasau Marsekal TNI Herman Prayitno pada ceramah penaggulangan penyalahgunaan narkoba dan pencegahan HIV/AIDS di Mabesau Cilangkap. Rabu (12/12).

 

Dikatakan, data statistik jumlah korban jiwa setiap harinya akibat mengkonsumsi narkoba mencapai 41 orang atau 15.000 orang setiap tahunnya. Penyalahgunaan narkoba terkonsentrasi pada penduduk umur 20-29 tahun yang kebanyakan pria dan berpendidikan tinggi. Sedangkan secara ekonomi kerugian keuangan masyarakat yang dihabiskan untuk membeli mencapai 11,36 triliun rupiah, hampir setengah dari seluruh belanja masyarakat yang mencapai 23,6 triliun rupiah. Dan bila tidak ditangani dengan serius dalam lima tahun kedepan masyarakat akan dirugikan 207 triliun rupiah pertahun, ungkap Kasau.

Baca juga:  Melaksanakan Sholat Teraweh di Wisma Adi.

 

Melihat begitu besar yang ditimbulkannya oleh narkoba, sudah menjadi kewajiban kita bersama untuk melakukan pengawasan dini dan menunjukan kepedulian untuk menghentikan penyalahgunaan narkoba. Pencegahan penggunaan narkoba bukan semata tugas pemerintah, melainkan kepedulian semua pihak dalam masyarakat secara individu maupun kelompok yang dilakukan terus menerus secara berkesinambungan.

 

Untuk itu ceramah tentang penanggulangan narkoba serta pencegahan virus HIV/AIDS yang dibawakan oleh Badan Narkotika Nasional (BNN) dilaksanakan guna membekali anggota TNI khususnya TNI Angkatan Udara beserta keluarganya agar selalu waspada dan membentengi diri terhadap pengaruh penggunaan maupun peredaran narkoba dan obat terlarang, jelas Kasau.

 

Kombes Polisi DR. Victor Pujiadi dari BNN menyampaikan secara umum hasil penelitian yang bekerja sama dengan Universitas Indonesia (UI) menunjukan jumlah penyalahgunaan narkoba sebesar 1,5% dari populasi atau 3,2 juta orang, terdiri dari 69% kelompok teratur pakai dan 39% kelompok pecandu dengan proporsi laki-laki 79% dan perempuan 21%.

 

Kelompok teratur pakai terdiri pengguna ganja 71%, shabu 50%, ekstasi 42%, obat penenang 22%. Sedangkan kelompok pecandu terdiri pengguna ganja 75%, heroin/putau 62%, shabu 57% ekstasi 34% dan obat penenang 25%. Serta penyalahguna dengan narkoba dengan suntikan (IUD) sebesar 56% ( 572.000 orang) dengan kisaran 515.000 sampai 630.000.

Baca juga:  Kenaikan Pangkat Bukanlah Sebuah Hadiah, Tetapi Buah Etos Kerja dan Dedikasi

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel