Berita

Penyematan Wing Intai Strategis dan Camar Number

Dibaca: 76 Oleh 04 Jan 2016Tidak ada komentar
Museum Pusat TNI Angkatan Udara Dirgantara Mandala
#TNIAU 

Letkol Pnb Akal Juang merupakan salah satu penerbang TNI AU berprestasi, lulusan AAU 1998 dan Kapten Pnb Devi Oktaviandra penerbang lulusan AAU 2005 telah berhasil menyelesaikan pendidikan program standarisasi, dan kaptensi penerbang pesawat Boeing 737-200 Intai Strategis di Skadron Udara 5 Wing 5 Lanud Sultan Hasanuddin, yang ditandai dengan pelaksanaan upacara tradisi dengan Inspektur Upacara Komandan Lanud Sultan Hasanuddin Marsekal Pertama TNI Nanang Santoso, Senin (4/1) di Apron Barat Skadron Udara 5 Wing 5 Lanud Sultan Hasanuddin, Makassar. Acara tersebut dihadiri juga Komandan Wing 5, Komandan Wing 2 Paskhas, para Kepala Dinas, Komandan Satuan serta para Pejabat Staf Lanud Sultan Hasanuddin.

Selain penutupan pendidikan program standarisasi, dan kaptensi penerbang pesawat Boeing 737-200 Intai Strategis, Komandan Lanud Sultan Hasanuddin juga menyematkan Camar Number kepada Letkol Pnb Akal Juang, dan Letda Pnb Roni Nur Istiyono lulusan AAU 2012 yang telah menyelesaikan pendidikan transisi.

Acara yang cukup khitmad tersebut ditandai dengan penyiraman air bunga dan pemecahan telur dikepala Letkol Pnb Akal Juang, Kapten Pnb Devi Oktaviandra dan Letda Pnb Roni Nur Istiyono oleh Komandan Lanud Sultan Hasanuddin, Komandan Wing 5, para Kepala Dinas dan Komandan Satuan.

Baca juga:  Bintara dan Tamtama Lanud Adi Soemarmo Latihan Menembak

Komandan Lanud Sultan Hasanuddin Marsma TNI Nanang Santoso dalam kesempatan tersebut mengucapkan selamat atas keberhasilannya telah menyelesaikan pendidikan program standarisasi, kaptensi dan transisi penerbang pesawat Boeing 737-200 Intai Strategis, tentunya keberhasilan ini merupakan kebahagiaan kita bersama, khususnya warga Skadron Udara 5 Wing 5 Lanud Sultan Hasanuddin.

Selanjutnya dikatakan, dalam pelaksanaan program Kaptensi bagi para penerbang Skadron Udara 5 tentunya dijumpai adanya hambatan dan kendala yang tidak bisa dihindari, namun dengan ketekunan dan kerja keras serta kerjasama dari semua pihak yang terkait, hambatan dan kendala tersebut dapat diatasi, sehingga proses pendidikan kaptensi dan tansisi dapat dilaksanakan sesuai yang direncanakan.

Dikatakan, sehubungan dengan telah selesainya program kaptensi, maka bagi yang telah menyelesaikan program ini, dituntut untuk tetap meningkatkan dan menggali serta mengaplikasikan ilmu yang telah diajarkan para instruktur untuk menjadi bekal dalam pelaksanaan tugas-tugas yang menjadi tanggung jawabnya sebagai penerbang maupun crew di Skadron Udara 5 Wing 5 Lanud Sultan Hasanuddin.(penhnd/2016)

 

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel