Berita

Penyematan Wing Penerbang

Dibaca: 31 Oleh 12 Mei 2015Tidak ada komentar
2015 06 02 00002
#TNIAU 

Sebanyak 30 calon Pilot militer berasal dari masukan AAU tahun 2009 , malam itu Jumat, (8/4) melaksanakan tradisi ziarah, dilanjutkan menuju alun-alun utara untuk persiapan long march, membagi nasi kotak dan pembagian kaos. Usai ziarah ke monumen perjuangan makam Adisutjipto, sebanyak 30 orang calon penerbang langsung diangkut menuju alun-alun utara. Sepanjang jalan sekbang A-87 ini menyanyikan lagu-lagu sambil sesekali diiringi teriakan para Instruktur lainnya.

Tradisi yang telah dimulai dari tahun 1945 ini kembali dilaksanakan agar melekat dihati para penerbang muda. “Jaman dulu kita selalu melaksanakan ini” kata Danwingdikterbang Kol Pnb Azhar Adhitama. Perjalanan yang menuju utara berhenti di depan Pasar Bringharjo, siswa melakukan pembagian makanan dan kaos kepada masyarakat sekitar. Usai acara, Siswa Sekbang melanjutkan kegiatan bersih-bersih di seputaran Jalan Malioboro. Kegiata tersebut berlangsung sekitar 20 menit kemudian Siswa Sekbang melanjutkan long march. Setiba di Tugu Perjuangan Yogyakarta acara dilanjutkan dengan penyalaan obor dan menyanyikan lagu lagu perjuangan dan mars Sekbang.

Baca juga:  Seskoau Sumbang 104 Kantong Darah Untuk PMI

Perjalanan yang di mulai pukul 01.00 wib dari alun alun utara hingga tiba di tugu pukul 13.45 wib ini sangat sakral, karena long march tersebut telah dilaksanakan oleh para penerbang terdahulu sejak tahun 1945. Tradisi dilanjutkan dengan long march yang menuju Lanud Adisutjipto menyusuri Jalan Yogya Solo sejauh 8 KM. Di Gerbang Blok F Lanud Adisutjipto Siswa Sekbang di jemput oleh Drumband Gita Dirgantara AAU.

Diantar menuju ke Baseops, sebanyak 30 orang yang akan mendapat brevet penerbang diiringi oleh seluruh siswa sekbang baik dari Sekbang terpadu dan PSDP. Sesampai di Baseops, upacara segera disiapkan dan dilakukan gladi.

Jelang fajar pukul 06.00 Wib acara penyematan brevet penerbang berlangsung. Dipimpin oleh Danlanud Adisutjipto Marsma TNI Imram Baidirus, SE, dalam sambutannya beliau mengatakan ”dipilihnya Baseops karena tempat ini adalah tempat yang bersejarah dimana Adisutjipto dan penerbang lain menjalani sekolah penerbang. Selanjutnya Danlanud berharap kepada calon penerbang untuk meresapi, dan mengingat bahwa disinilah mereka lahir tegasnya.

Baca juga:  Lanud Iskandar Terima Kunjungan Tim Wasrik Itkoopsau II

Pendidikan Sekbang Angkatan 87 ini akan ditutup oleh Komandan Kodikau Marsda TNI Ras Rendro Bowo di Wisma Adi Selasa, (19/4) serta diambil sumpah sebagai penerbang oleh Kepala Staf Angkatan Udara Marsekal TNI Agus Supriatna, Rabu, (20/4). Dari ke 30 Pilot militer ini nantinya akan memperkuat TNI AU sebagai penerbang tempur, angkut maupun rotary.

Mereka telah menempuh pendidikan selama 22 bulan, dan dilanjutkan dengan bina kelas di Skadik 104 Lanud Adisutjipto serta bina terbang oleh Skadik 101 dan 102. mereka rata-rata telah menyelesaikan 180 jam terbang sebagai persyaratan wajibnya.

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel