Berita

Penyuluhan Hukum dan Sosialisasi Narkoba Yonko 465 Paskhas

Dibaca: 7 Oleh 07 Des 2015Tidak ada komentar
P-51 Mustang, Perintis Tim Aerobatik TNI Angkatan Udara
#TNIAU 

Pontianak. Rabu, (3/12) Bertempat di Aula Brajamusti Markas Batalyon Komando 465 Paskhas Lanud Supadio, Kubu Raya, Kalimantan Barat, dilaksanakan penyuluhan hukum dengan narasumber Kepala Hukum Lanud Supadio Mayor Sus Toto Prayitno. Dilanjutkan dengan sosialisasi pencegahan dan penyalahgunaan narkoba serta rehabilitasi oleh Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Kalbar Kombes Pol Dani M. Darmawan dan beberapa staf perwakilan dari BBNP Kalbar. Kegiatan penyuluhan dan sosialisasi ini diikuti oleh seluruh prajurit Batalyon Komando 465 Paskhas dan Detasemen Hanud 473 Paskhas serta seluruh anggota PIA Ardya Garini 2-4/G.IV Pontianak.

Komandan Batalyon Komando 465 Paskhas Letkol Pas I Ketut Setia Budi menyatakan bahwa masalah hukum yang sering terjadi di lingkungan TNI adalah kekerasan dalam rumah tangga, untuk itu perlu diadakannya penyuluhan hukum agar semua prajurit mengetahui apa saja hal-hal yang harus dilakukan dalam menjaga keharmonisan rumah tangga tanpa ada kekerasan baik yang bersifat fisik maupun non fisik.

Sedangkan terkait masalah narkoba saat ini sangat memprihatinkan, dapat dilihat dari mulai pengedar, pengguna bahkan korban penyalahgunaan narkoba telah masuk ke semua lapisan masyarakat, tidak terkecuali di lingkungan TNI. Perlu diwaspadai bagi para orang tua yang memiliki putra putri usia remaja, masa remaja sangat rentan terhadap penyalahguaan narkoba, dihadapkan pada perubahan fisik dan psikis serta lingkungan. Maka pengawasan dan peran serta orang tua sangat penting, lanjut Danyonko 465 Paskhas.

Baca juga:  Karya Wisata SDIT Qardhan Hasana Banjarbaru Ke Lanud Sjamsudin Noor

Narasumber dari BNNP Kalbar memaparkan bahwa sanksi hukum bagi prajurit TNI yang terlibat narkoba baik sebagai pengedar maupun pengguna adalah diberhentikan dengan tidak hormat dari kedinasan. Sedangkan cara/modus baru untuk menghancurkan suatu bangsa adalah dengan menghancurkan/merusak mental generasi mudanya melalui peredaran narkoba, karena untuk era sekarang ekspansi militer sangat sulit untuk dilakukan. Sebagai Aparat Negara/TNI harus menjadi pioneer dalam pencegahan dan memerangi peredaran narkoba sebagai implementasi dan pelaksana kebijakan pemerintah.

Seluruh prajurit Yonko 465 Paskhas dan Denhanud 473 Paskhas juga mengikuti pemeriksaan dan pengambilan sampel urine dengan tujuan untuk mendeteksi dini kondisi prajurit berkaitan dengan narkoba. Hal ini sejalan dengan pemerintah yang menetapkan status darurat narkoba, karena begitu besarnya bahaya narkoba bagi generasi muda dan bangsa Indonesia khususnya bagi prajurit Yonko 465 Paskhas.

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel