Berita

PERAIH “ADIMAKAYASA” AAU 2007

Dibaca: 97 Oleh 14 Mei 2010Tidak ada komentar
Sukhoi Su-27
#TNIAU 

SMUK Suyanto, arek Magetan yang anak petani:

Ini Semua Sebagai Sebuah Anugerah

 

Bersyukur, senang sekaligus bangga, itulah ekspresi pertarma yang muncul dari Sersan Mayor Udara Karbol (SMUK) Suyanto, ketika mengetahui dirinya dinyatakan sebagai peraih Adimakayasa penutupan pendidikan (Tupdik) AAU tahun 2007. Bagi karbol kelahiran Magetan, 22 tahun lalu ini, apa yang diraihnya tidak lain merupakan anugerah Tuhan Yang Maha Esa. Selain senang, putra kedua pasangan Tukinem (petani) dan Yahmin (petani) ini, juga merasa mendapat kehormatan, karena berarti dirinya akan tampil mewakili AAU menerima ucapan selamat dan berjabat tangan dengan Presiden RI saat upacara Praspa TNI.

 

“Saya sangat senang dan bangga, ini merupakan anugerah yang tak ternilai dari Tuhan Yang Maha Esa. Terus terang saya sangat terkesan dan bangga dengan penghargaan ini” ujar SMUK Suyanto dengan lugas.

 

Atas prestasinya ini, SMUK Suyanto yang punya hobi bermain bola basket dan tennis lapangan ini mengaku makin tertantang. Maklum saja, karena peraih Adimakayasa akan senantiasa menjadi pusat perhatian, baik oleh sesama teman Karbol maupun daripada pejabat sesaat setelah menjadi perwira TNI AU. Menurut karbol yang juga peraih penghargaan Tri Sakti Viratama (tebaik dibidang Akademis, Kepribadian dan jasrmani) pada saat Tingkat I (Kopral Udara Karbol) dan Tingkat II (Sersan Udara Karbol) ini. penghargaan Adimakayasa menjadi salah satu modal bagi dirinya dalam meniti karir di TNI AU.

Baca juga:  PESAWAT TEMPUR HAWK MENGAMANKAN ALKI dan IBU KOTA NEGARA

 

Oleh karena itu, SMUK Suyanto yang juga Komandan Wing Korps Karbol peniode 2006-2007 ini mengaku akan berusaha seoptimal mungkin untuk selalu konsisten tampil terbaik dalam setiap penugasan kelak. Anak kedua dari dua bersaudara ini, mengaku akan terus berusaha mempertahankan prestasinya dimanapun dan dalam kondisi apapun.

 

“Sudah menjadi kewajiban moral saya untuk sealu konsisten dengan apa yang sudah saya raih saat ini. Mohon doanya saja, semoga saya mampu mempertahankan dan meningkatkan prestasi ini” ucap SMUK Suyanto penuh harap.

 

Menyinggung soal kiat yang dilakukan, Karbol yang beralamat di desa Sundul, RT 19/08, Parang, Magetan Jawa Timur ini mengaku tidak punya kiat secara khusus. Menurut jebolan SMA Taruna Nusantara Magelang tahun 2004 ini, penghargaan Adimakayasa, bukan penghargaan yang bisa diraih dengan satu usaha dan dalam waktu singkat. Tetapi harus diupayakan selama menempuh pendidikan sebagai Karbol AAU selama tiga tahun.

 

Selama tiga tahun itu, tiap-tiap Karbol akan dipantau dan dievaluasi akademisnya, keprbadiannya dan kesamaptaan jasmaninya. Oleh karena itu, SMUK Suyanto setuju kalau kiat yang harus dilakukan Karbol bukan bersifat instan, tetapi secara terus menerus selama tiga tahun.

 

“Saya tidak punya kiat khusus, kalau misalnya ada kiat untuk meraih Adimakayasa, kita harus mengaplikasikannya secara terus menerus selama tiga tahun sebagai Karbol AAU. Yang terpenting adalah, menjalani masa-masa sebagai Karbol sesuai dengan aturan yang telah ditetapkan lembaga, Selama itu akademis kita, kepribadian kita dan jasmani kita, harus terus dalam kondisi prima tanpa catatan” ujar Karbol yang memiliki tampang bak mantan juara tinju kelas berat Mike Tyson ini .

Baca juga:  MALAM TAHUN BARU DI LANUD RANAI

 

SMUK Suyanto, menambahkan, meski tiap-tiap Karbol punya metode belajar sendiri-sendiri, tetapi ada hal-hal yang tidak boleh dilewatkan Karbol selama menjalani pendidikan di AAU. Dalam pandangannya, memperhatikan pelajaran di kelas dan mengulang di flet, mengikuti dan melaksanakan seluruh Persustar dan Perduptar serta menjaga kondisi tubuh tetap fit, merupakan kunci mujarab bila ingin sukses sebagai Karbol.

 

“Masukan buat rekan-rekan Karbol perhatikan apa yang disampaikan dosen, kerjakan perintahnya beri kesan terbaik kepada mereka, karena bila kita menghargai orang, tentu orang lain juga akan menghargai kita. Gunakan juga waktu pesiar untuk belajar segala sesuatu diluar pelajaran di kelas” pesan SMUK Suyanto penuh bijak.

 

Tentang harapan kedepan, Karbol yang bercita-cita menjadi penerbang ini berharap dimasa mendatang AAU tetap memegang komitmennya sebagai lembaga pencetak calon-calon perwira TNI AU masa depan yang handal. Untuk itu, SMUK Suyanto berpesan agar AAU terus berbenah diri dan mampu meningkatkan kualitasnya dengan tetap berpegang pada falsafah pendidikan Tri Sakti Viratama. Peningkatan kualitas AAU jangan sampai meninggalkan ciri kekhasan matra udara yang berorientasi pada penguasaan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Iptek).

Baca juga:  LANUD RANAI DAN SATRAD 212 RANAI TABUR BUNGA DI TMP RANAI

 

Kepada rekan-rekan satu lifting 2007, SMUK Suyanto minta agar terus menjaga kekompakan dan semangat spirit de corps. Menurutnya, selepas sebagai Kabol bukan akhir dati perjuangan, tetapi baru merupakan awal dari pengabdian seorang perwira.

 

“Jangan terlena saat memasuki masa perwira, tetapi harus senantiasa terus menjaga diri dan meningkatkan kualitas sebagai perwira, sehingga mampu bersaing dengan perwira-perwira dari negara lain” harap SMUK Suyanto.

 

Dalam pandangarnnya, pendidikan yang dijalani para Karbol adalah dibiayai dengan uang rakyat. Sehingga sudah sepantasnya, ketika menjadi perwira, para Karbol harus secara total mengabdikan diri untuk kepentingan rakyat, yaitu mengabdi untuk kepentingan bangsa dan negara. Untuk adik-adik karbol yunior, SMUK Suyanto minta agar terus meningkatkan kualitas kehidupan Korps Karbol, agar dapat menjadi kebanggaan AAU khususnya maupun TNI AU pada umumnya.

 

“Hilangkan tradisi-tradisi yang tidak membangun, ganti dengan yang positif. Jangan contoh hal-hal yang kurang baik dari seniormu, dan persiapkan dirimu untuk memasuki kehidupan satu klik yang lebih tinggi” pesan SMUK Suyanto tanpa merinci lebih detail tradisi korps seperti apa yang dinilai tidak membangun. ***Mayor Soriaji W, Kapen AAU.

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel