Berita

PERAMPINGAN ORGANISASI DAN ZERO GROWTH

Dibaca: 481 Oleh 03 Des 2010Tidak ada komentar
c130 hercules indonesian air force approaching
#TNIAU 

“Perampingan organisasi dan zero growth adalah salah satu kebijakan yang sedang dijalankan oleh Spersau dalam menyiasati keterbatasan anggaran pertahanan TNI Angkatan Udara di bidang personel,” tutur Kolonel Nav Yoyok Setiyono, Paban II/Binteman Spersau, pada penjelasannya kepada para personel TNI AU di wilayah Husein Sastranegara, dalam rangka Ceramah Safari Binpersman, Kamis (2/12).

Kegiatan yang berlangsung di Wisma Muladi Lanud Husein S., diawali dengan sambutan Komandan Lanud Husein S., Kolonel Penerbang Asep Adang Supriyadi yang menyatakan bahwa diharapkan melalui Ceramah Safari Binpersman seperti ini, para personel dapat memperoleh masukan yang berharga sehingga mempunyai bekal mental yang lebih siap dalam melaksanakan tugas pokok sesuai dengan harapan pimpinan TNI Angkatan Udara.

Sementara itu Kolonel Nav Yoyok Y. Setiyono yang dalam kesempatan tersebut juga bertindak selaku Ketua Tim, membacakan sambutan Asisten Personel TNI AU (Aspers), Marsekal Muda TNI Rodi Suprasodjo, yang menyatakan bahwa sasaran pembinaan TNI AU harus diketahui dan dijiwai oleh setiap insane Angkatan Udara. Sasaran jangka pendek adalah tidak terjadinya accident dalam satu tahun, sedangkan sasaran jangka panjang adalah menjadikan TNI AU sebagai The First Class Air Force.

Lebih lanjut dijelaskan bahwasanya upaya pembinaan dan pembangunan kekuatan TNI AU selalu dihadapkan kepada kendala keterbatasan anggaran sehingga diperlukan strategi yang tepat untuk menyiasatinya. TNI AU memilih strategi untuk mempertahankan satuan-satuan operasional dan meningkatkan sumber daya manusia pengawak organisasi.

Ceramah yang dibagi dalam tiga sesi ini menampilkan pembicara pertama Letkol Sus Setyo Harsono, Pabandya Paban IV/Bindik Spersau, yang mengulas tentang Bidang Pendidikan. Dasar ulasannya adalah Perkasau Nomor : 46/VI/2010 tanggal 24 Juni 2010 tentang Bujuklak TNI AU tentang Pendidikan dan Latihan Personel. Beliau menjelaskan bahwasanya Perkasau ini merupakan revisi dari buku petunjuk sebelumnya yang hanya mengatur tentang diklat bagi prajurit. “Bujuklak hasil revisi sekarang tidak hanya membahas diklat bagi prajurit tetapi dibahas pula diklat bagi Pegawai Negeri Sipil (PNS)”, tambah beliau.

Setiap jenjang pendidikan dan latihan yang dilewati oleh personel TNI AU akan menentukan pula karier dan jabatan yang bersangkutan, sehingga sasaran diklat yang terdiri dari bertambahnya pengetahuan dan keterampilan, terbinanya mental dan kepribadian, serta terjaganya samapta jasmani dapat terwujud oleh setiap personel TNI AU melalui diklat yang tepat, dimulai dari dikma hingga dikbangum/spes selanjutnya.

Ceramah berikutnya disampaikan oleh Mayor Sus Dendi Tuwidanterse, Pabandya Bintugas Paban III/Binkar Spersau, yang membawakan ceramah tentang Bujuklak TNI AU tentang Pemisahan Prajurit berdasakan Perkasau Nomor 72/IX/2010. Dengan pembawaanya yang lugas, Mayor Sus Dendi menyampaikan bahwasanya Bujuklak Sahjurit ini sebagai penjabaran dari Bujukin TNI AU tentang Binpersman yang harus dijadikan pedoman dalam pelaksanaan pemisahan prajurit di lingkungan TNI AU serta menjamin terselenggarnya upaya kaderisasi dalam pembinaan karier.

Selanjutnya disampaikan pula tujuannya adalah untuk memelihara komposisi prajurit dan mewujudkan keseimbangan antara kepentingan organisasi dan hak prajurit dengan sasaran guna terwujudnya TNI AU yang proporsional dan professional, adanya keseimbangan kepentingan organisasi dan perorangan, terpenuhinya rawatan dan layanan purnadinas dalam menjalani kehidupan di luar lingkungan TNI AU, serta terciptanya hubungan harmonis antara prajurit aktif dengan prajurit yang telah purnadinas.

Kegiatan ceramah yang berlangsung marathon ini ditutup dengan ceramah dari Kolonel Nav Yoyok Y. Setiyono yang mengulas tentang Kebijakan Personel Zero Growth. Dalam bahasannya disampaikan bahwasanya Kebijakan Personel Zero Growth ini bersumber dari pemimpin Negara dan Bangsa Indonesia, Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono yang terungkap ketika diadakannya Rapat Kabinet pada tanggal 19 Mei 2010.

Konsep Zero Growth ini mengemuka ketika dicermati bahwa prosentase APBN untuk belanja pegawai semakin besar sehingga diperlukan adanya pengendalian personel melalui konsep Zero Growth yang coba diwujudkan dalam reformasi birokrasi dengan memperkecil struktur tetapi kaya fungsi.

Lebih lanjut dijelaskan bahwasanya menanggapi kebijakan tersebut akhirnya dikembangkan suatu strategi kebijakan personel di lingkungan TNI AU yang beberapa telah dituangkan dalam Perkasau No.79/X/2008 tanggal 16 Oktober 2008 tentang Rancangan Rencana Strategis Pembangunan TNI AU Tahun 2010-2014, Perkasau No.123/XII/2008 tanggal 19 Desember 2008 tentang Penyempurnaan Susunan Jabatan Jajaran TNI AU, serta Rancangan Perencanaan Kebutuhan Tenaga Manusia Tahun 2010-2014.

Menyikapi kebijakan pimpinan tertinggi negara, TNI AU bergerak cepat dengan menyusun kebijakan personel yang sejalan dengan keinginan Presiden. “Sehingga ketika diminta untuk memberikan paparan di Kementrian Pertahanan tentang rencana kebijakan yang akan diambil oleh TNI AU, kitalah yang paling siap untuk memaparkan rencana strategis kita dalam rangka kebijakan personel”, ungkap Paban II/Binteman Spersau.

Dalam ulasannya lebih lanjut dikatakan bahwa strategi Spersau dalam mengimplementasikan konsep zero growth ini adalah pemenuhan personel di satuan operasional, right sizing (perampingan organisasi) satuan non operasional, pertumbuhan negatif bagi personel di Mabesau, serta keseimbangan suku dalam seleksi personel.

“Hal ini perlu dipahami karena ada kaitannya dengan akan turunnya tunjangan kinerja yang telah menjadi wacana sejak lama di tubuh TNI”, tambah Kolonel Yoyok, “sehingga diperlukan kecermatan dan kejelasan tentang uraian jabatan bagi seluruh personel TNI AU khususnya, agar dalam pelaksanaan tugas pokok dan fungsi masing-masing terurai secara jelas”.

Diikuti kurang lebih 150 personel dari beberapa insub yang ada di bawah perawatan Lanud Husein Sastranegara antara lain Koharmatau dan jajarannya, Dislitbangau, Sekolah Bahasa Husein, Lafiau, Rumkit Tk.II Salamun, dan Wingdiktekkal, ceramah diakhiri tepat pukul 12.00 WIB setelah selama kurang lebih tiga jam Ceramah Safari Binspersman ini berlangsung lancar.

Baca juga:  Danlanud Rembiga Sambut Panglima TNI

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel