Berita

Peran Elektronika Sangat Besar

Dibaca: 15 Oleh 08 Agu 2011Tidak ada komentar
indonesianf16pesawat0170 tniau
#TNIAU 

Pengalaman sejarah telah memberikan gambaran nyata kepada kita semua, bahwa dari berbagai operasi pertempuran yang dilaksanakan pada waktu itu dapat membuka pikiran dan hati kita. Meskipun secara eksplisit tidak banyak cerita sejarah tentang keberhasilan peranan elektronika dalam operasi pertempuran. Namun, terkandung di dalam operasi perjuangan tersebut, betapa besar peranan para tenaga ahli dari bidang elektronika sangat membantu untuk mendukung keberhasilan operasi yang berperan dan menjadi tulang punggung dibalik layar.

Hal tersebut Senin (8/8), disampaikan Komandan Lanud Sulaiman Kolonel Pnb Elianto Susetio, S.I.P pada amanatnya yang bertindak selaku Inspektur Upacara pada pembukaan pendidikan Dikkualsus Teknisi TRX HF SSB Kenwood TS 870 angkatan ke-4, Dikkualsus Teknisi PABX Ericsson MD 110 BC-12 angkatan ke – 12, dan Dikkualsus Teknisi NDB ( Non Directional Beacon) TX SA 100 angkatan ke-2 tahun anggaran 2011.

Dalam sambutannya Danlanud menyampaikan bahwa para siswa yang mengikuti ketiga pendidikan tersebut adalah personel yang dipercaya untuk mencapai sumber daya manusia yang berkualitas, baik secara profesional maupun proporsional sesuai dengan bidang keahliannya. ”Karena itu, manfaatkanlah setiap peluang yang ada, dan tetaplah pelihara rasa solidaritas dan soliditas agar pendidikan yang kalian tempuh tidak berakhir dengan sia-sia,” kata Danlanud.

Baca juga:  DANLANUD RSN HADIRI PERINGATAN HARDIKNAS DI PROVINSI RIAU

Dijelaskan pula bahwa tujuan diselenggarakannya Kursus Teknisi Non Directional Beacon (NDB) TX SA 100 adalah untuk membekali bintara profesi elektronika agar memiliki pengetahuan dan ketrampilan serta dapat bertugas sebagai teknisi non directional beacon tx sa 100. Begitu pula dengan siswa TRX HF SSS Kenwood TS-870 agar kelak dapat memiliki pengetahuan dan ketrampilan sehingga mampu melaksanakan pemeliharaan tingkat II ( sedang) peralatan tersebut. ”Harapan yang sama ditujukan pula kepada siswa yang mengikuti Kursus Teknisi PABX Ericsson MD 11 BC-12, yaitu agar para siswa kelak memiliki pengetahuan dan ketrampilan di bidang pengoperasian dan pemeliharaan peralatan tersebut,” tambah Danlanud.

Ketiga pendidikan tersebut yang semula pendidikannya dilaksanakan di Depohar 40, mulai tahun anggaran 2011 diselenggarakan di Skadik 202 Lanud Sulaiman. Ketiga jenis pendidikan tersebut diikuti masing-masing 15 orang siswa dengan jumlah jam pelajaran 320 untuk Dikkualsus TRX HF SSB Kenwood TS 870, 335 jam pelajaran untuk Dikkualsus Teknisi PABX Ericsson MD 110 BC-12, dan 330 jam pelajaran untuk Dikkualsus Teknisi NDB TX SA 100.

Baca juga:  Inspektur Koopsau I: Wasrikkap Berperan Sebagai Assurance dan Konsultan

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel