Berita

Peran Istri Dalam Rumah Tangga Harmonis

Dibaca: 205 Oleh 03 Jun 2010Tidak ada komentar
9b842766a265b99c2bf19666b186f743
#TNIAU 

Menjadi istri seorang prajurit merupakan suatu kehormatan sekaligus kebanggaan bagi seorang wanita. Oleh karenanya setiap istri prajurit hendaknya mampu berperan aktif dalam menciptakan suasana yang kondusif bagi peningkatan kualitas pengabdian prajurit secara professional dan taat kepada peraturan-peraturan yang berlaku.

Hal tersebut disampaikan Mayor Sus Tri Yuniarti S.H., yang sehari-harinya menjabat sebagai Kaur Bankum Kakum Lanud Iswahjudi, pada ceramah terpadu dengan tema Peran Istri Dalam Rumah Tangga Harmonis, yang disampaikan dihadapan Ibu-ibu PIA Ardhya Garini Cabang 4/G III Depohar 60, Rabu (2/6).

Lebih lanjut Mayor Yuniarti mengatakan bahwa kecenderungan pelanggaran yang dilakukan oleh prajurit TNI AU dalam tahun 2009 meliputi desersi, menikah lagi, perceraian dan psykotropika, yang disebabkan karena faktor ekonomi, masalah keluarga, mental bawaan, dan dinas. Akan tetapi faktor-faktor pendukung terjadinya pelanggaran tersebut akan dapat dieliminir apabila seorang ibu rumah tangga mampu mensikapi secara bijak dengan melakukan langkah-langkah agar tercipta rumah tangga harmonis.

“Adapun langkah-langkah yang perlu dilakukan isteri seorang prajurit sekaligus sebagai ibu rumah tangga guna mewujudkan keluarga harmonis yang senantiasa diwarnai nuansa bahagia dalam rumah tangga, diantaranya ibu rumah tangga harus mampu menyelesaikan permasalahan yang timbul melalui diskusi bijak, menjadi pendengar yang baik (teman curhat) bagi suami, mampu menciptakan suasana sejuk serta mampu menjaga kehormatan diri maupun suami”, lanjut Mayor Sus Yuniarti.

Baca juga:  Pangkoopsau II Memerintahkan Pengecekan Kesiapan Pesawat C-130 Hercules

Kiranya perlu dimengerti secara utuh oleh setiap ibu rumah tangga, bahwa bila seorang istri mampu menciptakan nuansa yang menggembirakan dalam rumahnya, maka semua penghuni rumah akan menjadi senang dan betah tinggal di rumah serta tidak terpikir keluar rumah untuk melakukan hal-hal yang tidak bermanfaat. Demikian pula seorang suami yang juga sebagai kepala keluarga akan merasa mendapatkan tempat untuk menikmati indahnya hidup berkeluarga dan berumah tangga. Oleh karenanya suami yang sedang di luar rumah akan selalu terpikir untuk segera pulang dan tidak akan mampu berbuat sesuatu untuk menciderai rumah tangganya yang harmonis.

Diakhir ceramahnya, disampaikan kiat-kiat khusus menuju perkawinan bahagia yaitu menikah didasari rasa cinta yang tulus, seiman, saling percaya, adanya kehadiran seorang anak, menghindari hadirnya orang ketiga, menjaga romantisme, saling memuji, senantiasa menghidupkan komunikasi memperhatikan satu sama lain.

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel