Berita

Peran Wanita Semakin Diperlukan Dalam Pembangunan Bangsa

Dibaca: 1 Oleh 04 Agu 2021Tidak ada komentar
1 6
#TNIAU 

TNI AU. Saat ini peran wanita semakin diperlukan dalam pembangunan bangsa dan hampir disetiap bidang kehidupan, wanita sudah menunjukkan eksistensinya dengan berbagai potensi serta peluang yang dimiliki untuk berkontribusi dalam membangun peradaban tatanan baru untuk Indonesia Maju.

Menyadari potensi wanita Indonesia yang begitu besar, khususnya di usia wanita produktif, tentu sangat diharapkan bimbingan dan pengarahan bagi kaum wanita muda agar di masa usia emasnya dapat menghasilkan karya unggul.

Hal tersebut disampaikan Aspers Kasau Marsda TNI Elianto Susetio, S.I.P., M.Si., saat membuka Sarasehan dalam rangka HUT Ke-58 Wanita TNI Angkatan Udara (Wara) yang diadakan di Gedung I.G. Dewanto, Denma Mabesau, Cilangkap, Jakarta, dan diikuti secara virtual oleh Wadanseskoau Marsma TNI Ronny Irianto Moningka, S.T., M.M., didampingi Dirmin Seskoau Kolonel Tek Iman Gozali, S.E., beserta Wara Seskoau dari Bangsal Srutasala, Seskoau, Lembang, Bandung, Selasa (03/08/2021). Sarasehan ini juga turut diikuti seluruh Wara se-Indonesia secara virtual dari kesatuannya masing-masing.

Diusia 58 tahun, lanjut Aspers Kasau, Wara sudah cukup matang menjadi lebih profesional dalam setiap pelaksanaan tugas dan mampu menempatkan jati dirinya sebagai prajurit TNI Angkatan Udara. Sedangkan secara sosial, Wara telah berkontribusi dan melaksanakan berbagai kegiatan yang begitu bermanfaat, baik bagi wanita itu sendiri, maupun masyarakat pada umumnya.

Baca juga:  Keimanan dan Ketaqwaan Sebagai Pondasi dalam Menjalankan Tugas

Sarasehan yang bertemakan “Wanita Hebat, Wanita Inspiratif” mengundang Menteri Luar Negeri (Menlu) RI Retno L.P. Marsudi, S.I.P., LL.M., dan Ka Poli Jiwa RSAU dr. Esnawan Antariksa Letkol Kes dr. Tara Aseana, Sp.K.J.(K)., sebagai narasumber, serta acara yang dipandu Chacha Annisa sebagai moderator.

Pada kesempatan itu, Menlu RI mengatakan kontribusi positif perempuan Indonesia bukan terjadi saat ini saja, melainkan sudah ada sejak masa perjuangan kemerdekaan dengan saling memberdayakan dan selalu bekerjasama.

“Perempuan harus saling memberdayakan, saling memberikan dukungan, dan inspirasi serta tidak ragu berbagi pengalaman dengan lainnya,” ujarnya.

Selain itu, perempuan harus mampu membagi waktu antara pekerjaan dan keluarga agar tetap dapat melakukan tanggung jawab yang diberikan, di mana ambisi yang dimiliki harus diselaraskan dengan lingkungan, khususnya keluarga. Hal tersebut adalah kunci penting ketika menjalankan profesi apapun, karena tanpa dukungan keluarga tidak akan mencapai posisi yang diduduki saat ini.

“Perempuan hebat pasti bertindak dengan tepat dan perempuan hebat pasti selalu punya tempat,” jelas Menlu RI mengutip pesan Raden Ajeng Kartini.

Baca juga:  Kunjungan Pasis Sekkau Angkatan ke-100 Di Koopsau I

Selanjutnya, Letkol Kes dr. Tara Aseana, Sp.K.J.(K)., membahas tentang Main Power, dijelaskan bahwa pikiran memiliki kekuatan yang akan mempengaruhi perilaku seseorang. Kekuatan pikiran didapatkan dengan mengelola pikiran, apabila ada pikiran yang membuat seseorang mengalami masalah dengan emosi, identifikasi pikiran yang salah atau irasional tersebut dan menggantinya dengan yang rasional.

“Berpikir rasional tidak sama dengan berpikir positif, karena bisa jadi kenyataan tidak sesuai dengan harapan dan bukan berarti kita tidak bahagia,” ujarnya

Untuk itu, lanjutnya, jika mampu mengelola pikiran maka perempuan dapat menjadi orang yang hebat dan inspiratif.

8

3 5

2 4

Terkait

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel