Berita

Peresmian Monumen Patung dr. M. Munir di RSAU Lanud Abd Saleh

Dibaca: 93 Oleh 08 Jan 2020Tidak ada komentar
Peresmian Monumen Patung dr. M. Munir di RSAU Lanud Abd Saleh
#TNIAU 

TNI AU. Komandan Pangkalan TNI AU (Lanud) Abdulrachman Saleh, Malang Marsekal Pertama (Marsma) TNI Hesly Paat meresmikan monumen berupa patung dr. M. Munir bertempat di RSAU Lanud Abdulrachman Saleh, Malang, Selasa, (7/1/2020).

Dalam sambutannya Karumkit dr Munir Letkol Erna Emlijah, Sp.M., MARS., menyampaikan peresmian monumen patung dr. Munir bertujuan untuk memberikan keteladanan akan nilai-nilai kejujuran, integritas, loyalitas serta semangat juang dengan pengorbanan tanpa pamrih bagi bangsa dan negara.

Sedangkan Danlanud Abd menyampaikan, “Terima kasihnya kepada Karumkit dr M Munir, atas segala inisiatif dan upayanya membangun monumen patung dr M. Munir di rumah sakit, yang bertujuan untuk meneladani semangat kejuangan para pendahulu yang benar-benar telah mendarmabaktikan dirinya untuk nusa dan bangsa.” Lebih lanjut Danlanud menyampaikan “Kita pahami bersama dr. M. Munir yang lahir di Bangkalan, Madura pada 17 Januari 1938, adalah dokter umum yang menempuh pendidikan militer melalui sekolah dasar perwira (Sedaspa) angkatan-XX, lulus tahun 1969 dan sekolah flight surgeon A-IV lulus tahun 1974. Dalam kariernya sebagai tenaga medis TNI AU dr. M. Munir pernah menjabat sebagai Kasi Kesum Diskes Lanuma Abdulrachman Saleh berpangkat Kapten.

Baca juga:  Rayakan HUT ke-20, Wing Udara 3 Lanud Iswahjudi Renovasi Rumah Ibadah dan Salurkan Bantuan

Namun saat bertugas dalam mendukung kunjungan kerja presiden Soeharto di Sulawesi Utara, “dr. M. Munir gugur karena pesawat gruman albartos PB- 511 yang ditumpanginya, mengalami kecelakaan. Diduga kuat kecelakaan terjadi karena kencangnya angin, sehingga pesawat tergeser ke arah selatan dari jalur penerbangan yang harus di laluinya, sehingga arah pesawat menuju tebing gunung Sidole yang tingginya 5859 kaki. Dalam cuaca yang berkabut tebal pesawat menabrak gunung Sidole, akibatnya pesawat hancur, diperkirakan 11 penumpang tewas seketika termasuk di dalamnya dr. M. Munir.”

“Pemilihan nama “dr. M. Munir ” sebagai nama rumah sakit Lanud Abdulrachman Saleh ini antara lain adalah untuk mengenang dan memberikan penghargaan kepada almarhum Mayor Anumerta dr. M. Munir, yang telah gugur dalam melaksanakan tugasnya. Diharapkan melalui monumen ini, akan dapat mewariskan nilai-nilai kejujuran, integritas, loyalitas serta semangat juang dr. M. Munir yang telah ditunjukkan dalam tugasnya, hingga akhirnya mengorbankan jiwa dan raganya demi ibu pertiwi. Kepada segenap tenaga medis, paramedis maupun personel rumah sakit lainnya, mari meneladani kiprah, bakti dan perjuangan mulia dari dr. M. Munir semasa hidupnya.” Pungkas Danlanud Abdulrachman Saleh Marsma TNI Hesly Paat.

Baca juga:  Utamakan Safety Dalam Menembak

Turut hadir pada acara tersebut Komandan Wing 2 Lanud Abd Saleh Kolonel Pnb Eko Sujatmiko. S.E., M.M., para kepala dinas, komandan satuan, pejabat staf, perwira, bintara, tamtama dan PNS dari jajaran Lanud Abd Saleh dan perwakilan Insub.

Terkait

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel