Berita

PERESMIAN SRCPB DI LANUD ABD SALEH

Dibaca: 18 Oleh 19 Mei 2010Tidak ada komentar
Sukhoi Su-27
#TNIAU 

Satuan Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana (SRCPB) Wilayah Timur, Rabu (17/12) diresmikan oleh Menteri Koordinator Bidang Kesra, Dr. H.R. Agung Laksono didampingi Menteri Sosial, DR. Salim Segaf Al Jufri, dan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana, DR. Syamsul Ma’arif, M.Si, di Base Ops Lanud Abdulrachman Saleh, Malang.

 

Peresmian diawali gelar SRC-PB, melibatkan Satgas dari 27 instasi terkait dengan kakuatan berasal dari TNI, Polri, Departemen Kesehatan, Departemen ESDM, Departemen PU, Departemen Sosial, BASARNAS, PMI, dan BNPB. Peresmian ini merupakan implementasi dari Sidang Kabinet yang dipimpin Presiden Republik Indonesia pada tanggal 5 November 2009 di Istana Negara, diantaranya penetapan 15 (lima belas) prioritas kerja 100 (seratus) hari cabinet, salah satunya adalah di bidang kesiapsiagaan Penanggulangan Bencana.

 

Membantu pemerintah daerah dalam melakukan tindakan-tindakan yang cepat tanggap darurat di daerah yang terkena bencana, berupa bantuan teknis, peralatan dan dukungan logistic merupakan tujuan pembentukan SCR-PB dengan perkuatannya.

 

SRC-PB tingkat nasional merupakan satuan gabungan dari berbagai instansi/lembaga/organisasi tingkat pusat yang dibentuk guna memerikan bantuan awal kepada daerah (provinsi dan kabupaten/kota) yang terkena bencana.

Baca juga:  SERTIJAB KADISLOG LANUD ISWAHJUDI

 

Secara khusus, SCR-PB ini menekankan pada tiga prinsip utama, yaitu:

 

a. Kecepatan, bahwa penanggulangan bencana harus dilaksanakan secara tepat, karena menyangkut penyelamatan jwa manusia.

 

b. Fleksibiitas, bahwa SRC-PB harus memberikan pelayanan yang konsisten, fleksibel dan mudah disesuaikan dengan kondisi yang ada dalam mengelola kejadian bencana di lokasi, tanpa memandang faktor penyebab, ukuran, lokasi dan kompleksitas bencana.

 

c. Akuntabilitas, bahwa setiap tindakan yang dilaksanakan oleh SCR-PB ini

 

dilakukan secara terbuka dan dapat dipertanggungjawabkan secara etik dan hukum.

 

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel