Berita

Peresmian Taman Wisata Sejarah Salatiga, Sejarah Kental TNI AU di Masa Perjuangan

Peresmian Taman Wisata Sejarah Salatiga, Sejarah Kental TNI AU di Masa Perjuangan
#TNIAU 

SALATIGA, DISPENAU. Salatiga merupakan tempat yang sarat dengan nilai sejarah perjuangan bangsa, khususnya bagi TNI AU. Setiap tahun pada tanggal 29 Juli diperingati sebagai Hari Bakti TNI AU yang dilatarbelakangi peristiwa penyerangan tangsi Belanda di Semarang, Ambarawa, dan Salatiga oleh para penerbang TNI AU menggunakan pesawat tempur peninggalan Jepang serta peristiwa tertembaknya pesawat Dakota VT-CLA di Ngoto, Yogyakarta sebagai aksi balas dendam pasukan Belanda atas penyerangan tiga kota pada dini hari itu.

Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Pertahanan RI Laksamana Madya (Laksdya) TNI Dr. Agus Setiadji, S.A.P., M.A., meresmikan pencanangan pembangunan Taman Wisata Sejarah Salatiga (TWSS) di Bugel, Sidorejo, Kotamadya Salatiga, Rabu (15/1/2020).

Sekretaris Daerah Kotamadya Salatiga Drs. Fahruroji selaku panitia pembangunan TWSS mengatakan, inisiatif pembangunan TWSS ini merupakan kerja sama Pemkot Salatiga dengan Kemhan RI di atas lahan seluas 4 hektar di Kelurahan Bugel, Kecamatan Sidorejo, Kotamadya Salatiga.

“TWSS direncanakan akan rampung pada 2023 dan membutuhkan biaya sekitar 100 miliar. Taman ini dimaksudkan untuk pelestarian sejarah perjuangan bangsa, menanamkan jiwa bela negara bagi generasi muda, dan mewujudkan visi Kota Salatiga 2020 yang menitikberatkan pada penataan ruang wilayah yang bersih dan indah sekaligus menambah destinasi wisata baru di Salatiga,” ujar Sekda Salatiga.

Baca juga:  PANGKOOPSAU II TANDATANGANI MoU LAPTER MELAK

Di TWSS saat ini sudah dibangun monumen alutsista pesawat Cureng AURI, panser Saladin, tank AMX 13 Canon 105/75, replika KRI Matjan Tutul 62, patung tiga pahlawan nasional yang mewakili trimatra TNI, Komodor Laut Yos Sudarso (TNI AL), Laksamana Muda Udara Adisutjipto (TNI AU), dan Brigjen Soediarto (TNI AD) yang juga merupakan putra asli Salatiga.

Sementara itu, Sekjen Kemhan RI dalam sambutannya mengatakan, Salatiga sangat terkait dengan nilai-nilai sejarah perjuangan bangsa sehingga dipandang perlu untuk membuat sebuah taman yang mampu memberikan nilai edukasi, meningkatkan kesadaran bela negara masyarakat, dan melestarikan sejarah perjuangan para pahlawan dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

“Saya ucapkan terima kasih kepada Pemkot Salatiga yang telah mendukung penuh pembangunan TWSS ini termasuk dukungan dana CSR dari Bank Mandiri, BNI, dan BRI sehingga taman ini dapat terwujud serta mampu mewariskan nilai-nilai perjuangan bangsa dan jiwa bela negara kepada generasi penerus,” pungkas Sekjen Kemhan.

Turut hadir pada acara peresmian, Deputi Pengembangan Destinasi Kemenparekraf RI Dadang Rizky Rahman,
Walikota dan Forkopimda Kotamadya Salatiga, pimpinan dan anggota DPRD Kotamadya Salatiga, para pejabat dari Kemhan RI, TNI AD, TNI AL, TNI AU, dan para keluarga pahlawan asal Salatiga.

Baca juga:  Academy Health System Ziarah ke Monjuang TNI AU

Terkait

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel