Berita

Peringatan 1 Muharam 1440H/2018M di Mako Koharmatau

Dibaca: 7 Oleh 20 Sep 2018Tidak ada komentar
Peringatan 1 Muharam 1440H/2018M di Mako Koharmatau
#TNIAU 

TNI AU.     Koharmatau menyelenggarakan peringatan I Muharam 1440H/2018, dengan Penceramah KH. Drs Tengku Maulana SM, dilaksanakan di Masjid As-Sulthon Mako Koharmatau Kamis, (20/9), pukul 08.00 Wib yang dihadiri Wadan Koharmatau Marsekal Pertama TNI Hadi Suwito, S.E., Wakil ketua PIA Ardhya Garini Gabungan III Koharmatau beserta para pengurus, Para pejababat Koharmatau, Para Dandepohar 10,40 dan 70, serta seluruh personil Mako Koharmatau dan perwakilan dari Depohar jajaran.

Peringatan hari besar Islam seperti peringatan Tahun Baru Islam ini merupakan tradisi positif yang patut dilestarikan dan dijadikan suatu momentum untuk meningkatkan mentalitas Prajurit dalam melaksanakan tugas pokok yang diembannya. Selain itu peringatan ini juga sebagai refleksi secara pribadi dan melihat kembali perbuatan dimasa lalu.  Mengoreksi diri masing-masing dengan kacamata agama, kemudian mengevaluasi diri apakah dalam satu tahun yang kita tinggalkan banyak perbuatan yang melanggar aturan atau banyak perbuatan yang tidak sesuai norma yang berlaku baik di lingkungan kedinasan maupun dalam bermasyarakat. Demikian apa yang disampaikan oleh Wakil Komandan Koharmatau Marsekal Pertama TNI Hadi Suwito, S.E.

Baca juga:  Koopsau I Peringati Tahun Baru Islam 1442 Hijriah

Lebih lanjut Wadan  mengajak segenap personil Koharmatau, agar meningkatkan iman dan taqwa kepada Allah SWT, dengan membentengi diri, menjaga moril, dan moralitas pribadi, dengan memperbanyak dan meningkatkan mutu ibadah dan amal kebajikan. Sehingga kita  senantiasa tetap tegar, bersikap dan bertindak sesuai dengan koridor Prajurit Sapta Marga, untuk melaksanakan tugas dalam menegakkan kedaulatan dan keutuhan NKRI. Karena hal ini selaras dengan tema peringatan Tahun Baru Islam 1440 H/2018 M yaitu ” Dengan Hikmah Tahun Baru Islam 1440 H/2018 M, kita tingkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah S.W.T guna membentuk prajurit TNI yang militant, loyal dan professional.

Sementara itu Penceramah KH. Drs Tengku Maulana SM menyampaikan tentang 4 perkara yang ditanyakan oleh Allah Swt nanti di Akhirat yaitu: Umur (umur kita digunakan untuk apa), Harta (berasal dari mana dan digunakan untuk apa), Badan (digunakan untuk apa seluruh anggota badan selama hidup di dunia), dan Ilmu (digunakan untuk hal-hal yang baik atau sebaliknya), untuk itu agar kita bisa mempersiapkan bekal hidup di akhirat nanti, kita harus mengoreksi diri masing-masing dengan kacamata agama, kemudian mengevaluasi diri apakah dalam satu tahun yang kita tinggalkan banyak perbuatan yang melanggar aturan atau banyak perbuatan yang tidak sesuai norma yang berlaku baik di lingkungan kedinasan maupun dalam bermasyarakat.

Baca juga:  Sambut HUT PIA ke-62 Jalan Sehat Keluarga di Lanud Sam Ratulangi

Dengan melakukan introspeksi tersebut, kita sebagai insan prajurit Sapta Marga dapat mengetahui sampai sejauh mana telah berbuat kemaslahatan baik kepada keluarga, masyarakat dan bangsa.  Ketaatan pada agama menjadi dasar bagi sikap dan integritas prajurit. Moral dan ketaqwaan seseorang tidak dapat diprediksi, artinya suatu saat moral dan taqwa mampu menjadi benteng yang kokoh menghadapi pengaruh negatif.  Namun pada kondisi lain, moral dan taqwa bisa sangat rapuh sehingga mudah sekali terpengaruh pada hal-hal bersifat negatif, tergelincir mengikuti hawa nafsu. Sehingga antara kata dan sikap perbuatan menjadi tidak sama. Nampak baik dan rajin beribadah namun perilakunya tidak mencerminkan nilai-nilai agama dan etika atau tidak memiliki integritas.

Terkait

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel