Berita

Peringatan Hari Bakti TNI AU ke-72 di Lanud HLO

Peringatan Hari Bakti Tni Au Ke-72 Di Lanud Hlo
#TNIAU 

TNI AU. “Hari Berkabung AURI”, yang sejak tahun 1962 kita peringati sebagai “Hari Bakti TNI Angkatan Udara,” adalah rangkaian peristiwa yang terjadi ketika tiga pesawat TNI Angkatan Udara mengudara dari landasan pacu Lanud Maguwo (Lanud Adisutjipto) dan menyerang garis pertahanan Belanda di tiga kota, yaitu Semarang, Salatiga, dan Ambarawa. Ketiga pesawat tersebut diawaki oleh kadet penerbang Mulyono dengan juru tembak Dulrachman, kadet penerbang Sutardjo Sigit dengan juru tembak Sutardjo, dan kadet penerbang Suharnoko Harbani dengan juru tembak Kaput. Serangan ini menjadi monumental karena menjadi operasi serangan udara pertama dalam sejarah TNI Angkatan Udara.

Suasana pagi di Pangkalan Udara Maguwo diliputi rasa bangga, bahagia dan haru karena berhasil melaksanakan operasi dan kembali dengan selamat. Operasi yang dilaksanakan para Kadet ini adalah operasi udara pertama AURI sejak berdiri tahun 1946. Suatu operasi yang luar biasa karena dilakukan dengan menggunakan pesawat peninggalan Jepang yang baru berhasil diperbaiki oleh para teknisi Angkatan Udara sendiri.

Beberapa jam pasca serangan tersebut, Belanda ternyata melancarkan serangan balasan dengan mengirim dua pesawat P-40 Kitty Hawk untuk menembak jatuh pesawat Dakota VT-CLA yang sedang membawa bantuan kemanusiaan dari Palang Merah Malaya. Delapan orang gugur, termasuk tiga putra terbaik AngkatanUdara, yaitu Komodor Udara Prof. Dr. Abdulrahman Saleh, Komodor Udara Agustinus Adisutjipto, dan Opsir Muda Udara Adi Soemarmo Wiryokusumo.

Kutipan diatas merupakan sejarah singkat Peringatan Hari Baki TNI Angkatan Udara yang dibacakan pada Upacara peringatan Hari Bakti ke-72 TNI Angkatan Udara yang bertempat di Lapangan Upacara Mako Lanud Haluoleo, Senin (29/7).

Bertindak Selaku Inspektur Upacara Pada Upacara Tersebut Kepala Dinas Operasi Lanud Haluoleo mayor Lek Syamsul Rijal, S.T., M.M., yang di hadiri oleh Tamu undangan dari Purnawirawan TNI AU dan Warakawuri serta PIA Ardhya Garini Cab.8/D II dan diikuti oleh peserta upacara terdiri dari Personel Lanud Haluoleo dan Saka Dirgantara binaan Lanud Haluoleo.

Dalam Sambutan Kepala Staf Angkatan Udara Marsekal TNI Yuyu Sutisna, S.E., M.M., yang dibacakan oleh Irup Mengatakan bahwa Momen gugurnya ketiga pahlawan udara di masa lalu mengingatkan kita, bahwa selalu ada risiko dalam pelaksanaan tugas sebagai prajurit udara. Namun tidak boleh sekalipun, sedetik pun, ada rasa ragu, gentar, apalagi takut. spirit Hari Bakti TNI Angkatan Udara harus dimanifestasikan dalam proses pembangunan postur kekuatan dan kemampuan TNI Angkatan Udara yang profesional dan modern.

Dikatakan, “ ingatlah, prajurit biasa akan bekerja biasa. Prajurit baik akan bekerja baik. Prajurit hebat tidak hanya bekerja hebat, namun mampu menginspirasi prajurit lain untuk menjadi yang terhebat dari siapa pun”, Tegas KASAU Marsekal TNI Yuyu Sutisna,S.E., M.M.

Kegiatan upacara hari bakti di Lanud Haluoleo di akhiri dengan pemberian tali asih oleh Komandan Lanud Haluoleo Kolonel Pnb Nana Resmana, S.M., yang diwakili oleh Ketua Pia Ardhya Garini Cab.8/D II Lanud Haluoleo Ny. Ningsih Nana resmana Bersama pejabat List A yang disaksikan oleh seluruh peserta upacara dan tamu Undangan.

Peringatan Hari Bakti Tni Au Ke-72 Di Lanud Hlo

Peringatan Hari Bakti Tni Au Ke-72 Di Lanud Hlo

Terkait

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel