TNI AU - Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara

Peringatan Hari Kebangkitan Nasional di Lanud Sultan Hasanuddin

HND_5391

TNI AU. “Seratus sepuluh tahun kemudian bangsa ini telah tumbuh menjadi bangsa yang besar dan maju, sejajar dengan bangsa-bangsa lain. Meski belum sepenuhnya sempurna, rakyatnya telah menikmati hasil perjuangan para pahlawannya berupa meningkatnya perekonomian, kesehatan, pendidikan, dan sebagainya. Keringat dan darah pendahulu bangsa telah menjelma menjadi hamparan permadani perikehidupan yang nyaman dalam rengkuhan kelambu kemerdekaan”. Demikian sambutan Menteri Komunikasi dan Informatika RI Rudiantara  yang dibacakan Komandan Lanud Sultan Hasanuddin, selaku Inspektur Upacara memperingati Hari Kebangkitan Nasional ke-110 tahun 2017, Senin (21/5) di appron Galaktika Lanud Sultan Hasanuddin, Makassar. 

Upacara yang penuh khidmat itu, diikuti seluruh anggota Lanud Sultan Hasanuddin, Wing 2 Paskhas, Batalyon Komando 466 Paskhas dan Denhanud 472 Paskhas baik militer maupun Pegawai Negeri Sipil.

Selanjutnya Menkominfo RI juga menambahkan sesuai dengan butir kelima dari Nawacita Kabinet Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla berisi visi untuk meningkatkan kualitas hidup manusia Indonesia melalui peningkatan kualitas pendidikan dan pelatihan. Pemerintah akan meningkatkan pembangunan sumber daya manusia pada tahun 2019, melanjutkan percepatan pembangunan infrastruktur yang menjadi fokus pada tahun-tahun sebelumnya dan melalui pembangunan manusia yang terampil dan terdidik, pemerintah ingin meningkatkan daya saing ekonomi dan secara simultan meningkatkan kapasitas sumber daya manusia.

Sementara tema pada peringatan Harkitnas tahun 2018 kali ini yakni, “Pembangunan sumber daya manusia memperkuat pondasi kebangkitan nasional Indonesia dalam era digital”. Peringatan hari Kebangkitan Nasional ini harus dimaknai dengan upaya-upaya penyadaran setiap masyarakat Indonesia, untuk mengembangkan diri dan merebut setiap peluang untuk meningkatkan kapasitas diri yang dibuka oleh berbagai pihak, baik oleh pemerintah, badan usaha, maupun masyarakat sendiri. Pengembangan kapasitas sumber daya manusia juga harus diletakkan dalam konteks pemerataan dalam pengertian kewilayahan, agar bangsa ini bangkit secara bersama-sama dalam kerangka kebangsaan Indonesia.

“Bung Karno menggambarkan persatuan bangsa seperti layaknya sapu lidi, jika tidak diikat maka lidi tersebut akan tercerai berai, tidak berguna dan mudah dipatahkan. Tetapi jikalau lidi-lidi digabungkan, diikat menjadi sapu. Gambaran aktual pada masa sekarang ini, kita merasakan bahwa ada kekuatan-kekuatan yang berusaha merenggangkan hasutan-hasutan yang membuat kita bertikai dan tanpa sadar mengiris ikatan yang sudah puluhan tahun menyatukan segala perbedaan”, tambahnya.

Selain itu juga ditambahkan bahwa di era sekarang ini menuntut kita untuk tidak buang-buang waktu demi mengerjakan ketertinggalan dengan bangsa-bangsa lain dan tidak membuang-buang energi untuk bertikai dan lebih fokus pada pendidikan dan pengembangan manusia Indonesia.(penhnd/2018)

 

Leave a Reply

Verifikasi CAPTCHA *

Peringatan Hari Kebangkitan Nasional di Lanud Sultan Hasanuddin