Berita

Peringatan Hari Meninggalnya Marsda TNI (Anumerta) Leo Wattimena

Dibaca: 14 Oleh 19 Apr 2021Tidak ada komentar
Konsep Otomatis
#TNIAU 

TNI AU. Komandan Lanud Leo Wattimena Kolonel Pnb Erick Rofiq Nurdin, M.Han memimpin peringatan hari Meninggalnya Marsda (Anumerta) Leo Wattimena yang jatuh pada tanggal 18 April 2021 di Lanud Leo Wattimena Pulau Morotai yang dihadiri oleh seluruh personel Lanud Leo Wattimena. Pada acara ini turut hadir dari keluarga besar Wattimena yaitu Estefanus Wattimena, Nico Wattimena, dan Izac Orlando Wattimena.

Dalam kegiatan ini dilakukan doa bersama untuk Marsda TNI (Anumerta) Leo Wattimena kemudian dilanjutkan dengan pemberian tali asih kepada marga Wattimena sebagai rasa terima kasih atas segala jasa dan pengorbanan beliau untuk bangsa dan negara Indonesia. Marsda (Anumerta) Leo Wattimena ialah salah satu penerbang terbaik Angkatan Udara karena memiliki banyak prestasi dimulai sejak pendidikan penerbang di Trans Ocean Airlines Oakland Airport (TOLOA) Amerika Serikat menjadi Kadet terbaik, kemudian menjadi Jenderal pertama yang mendarat di Papua saat operasi Trikora, serta memiliki banyak julukan berkat kehebatanya dalam menerbangkan pesawat seperti “G maniac” yang diberikan oleh para penerbang India kepada beliau.

Baca juga:  Bangun Lapangan Tembak, Danlanud Abd Letakkan Batu Pertama

Selama berkarir sebagai prajurit Angkatan Udara beliau, juga tergolong orang yang selalu mengutamakan hak-hak prajurit yang bertugas di medan perang. Ada peristiwa yang menarik, “pernah pada suatu saat makanan jatahnya dibuang, karena melihat para prajurit yang akan diterjunkan ke Irian Barat dengan resiko tinggi, bahkan bisa dikatakan belum tentu juga kembali dengan selamat cuma diberi makan pakai lauk tempe, sedangkan para jenderal yang hanya bertugas dibelakang meja makan dengan lauk daging ayam.”

Marsda (Anumerta) Leo Wattimena mengakhiri pengabdiannya bagi Bangsa dan Negara Indonesia sebagai Duta Besar Indonesia untuk itali. Dan beliau juga mendapat beberapa penghargaan atas pengabdiannya seperti Bintang/Tanda Jasa berupa Medali Sewindu, Gerakan Operasi Militer III, IV, V, VI, VII, Bintang Sakti dan Satyalencana Wira Dharma. Pada akhirnya Marsda (Anumerta) Leo Wattimena menghembuskan nafas terakhirnya di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, Jakarta pada tanggal 18 April 1976.

Sampai saat ini namanya diabadikan menjadi Lanud Leo Wattimena yang bertempat di Pulau Morotai Provinsi Maluku Utara, gerbang Pasifik Indonesia.

Baca juga:  Wadan Seskoau Pimpin Apel Khusus 2020

Konsep Otomatis

Konsep Otomatis

Terkait

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel