Berita

Peringatan Harkitnas 2019 “Bangkit dan Bersatu”

Dibaca: 15 Oleh 20 Mei 2019Tidak ada komentar
Dsc 2706
#TNIAU 

TNI AU. Senin (20/5). Komandan Wing 3 Lanud Iswahjudi Kolonel Pnb M. Satriyo Utomo, S.H., memimpin Upacara Hari Kebangkitan Nasional, dilapangan Dirgantara Lanud Iswahjudi. Dalam upacara peringatan ke-111, Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) tersebut, Komandan Wing 3 Lanud Iswahjudi Kolonel Pnb M. Satriyo Utomo, S.H., membacakan sambutan Menteri Komunikasi dan Informatika RI Rudiantara.

Dalam sambutannya Rudiantara mengatakan, dalam naskah Sumpah Palapa yang ditemukan pada Kitab Pararaton tertulis: Sira Gajah Madapatih Amangkubhumi tan ayun amuktia palapa, sira Gajah Mada: “Lamun huwus kalah nusantara isun amukti palapa, lamun kalah ring Gurun, ring Seran, Tañjung Pura, ring Haru, ring Pahang, Dompo, ring Bali, Sunda, Palembang, Tumasik, samana isun amukti palapa.”

Sumpah Palapa tersebut kata Menkoinfo Rudiantara, merupakan embrio paling kuat bagi janin persatuan Indonesia. Wilayah Nusantara yang disatukan oleh Gajah Mada telah menjadi acuan bagi perjuangan berat para pahlawan nasional kita untuk mengikat wilayah Indonesia seperti yang secara de jure terwujud dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia saat ini.

Baca juga:  Komandan Lanud Sjamsudin Noor Hadiri Rapat Koordinasi Percepatan Covid-19 di Provinsi Kalimantan Selatan  

Lebih lanjut dikatakan pula, bahwa peringatan Hari Kebangkitan Nasional yang ke-111, 20 Mei 2019, kali ini sangat relevan jika dimaknai dengan teks Sumpah Palapa tersebut. Kita berada dalam situasi pasca-pesta demokrasi yang menguras energi dan emosi sebagian besar masyarakat kita. “Kita mengaspirasikan pilihan yang berbeda-beda dalam pemilu, namun semua pilihan pasti kita niatkan untuk kebaikan bangsa. Oleh sebab itu tak ada maslahatnya jika dipertajam dan justru mengoyak persatuan sosial kita,” ungkap Menkoinfo.

Menurut Menkoinfo, telah lebih satu abad kita menorehkan catatan penghormatan dan penghargaan atas kemajemukan bangsa yang ditandai dengan berdirinya organisasi Boedi Oetomo. Dalam kondisi kemajemukan bahasa, suku, agama, kebudayaan, ditingkah bentang geografis yang merupakan salah satu yang paling ekstrem di dunia, kita membuktikan bahwa mampu menjaga persatuan sampai detik ini. Oleh sebab itu, tak diragukan lagi bahwa kita pasti akan mampu segera kembali bersatu dari kerenggangan perbedaan pendapat, dari keterbelahan sosial, dengan memikirkan kepentingan yang lebih luas bagi anak cucu bangsa ini, yaitu persatuan Indonesia.

Baca juga:  Lanud Halim Perdanakusuma Terima Buku Sertifikat Tanah TNI AU

Apalagi peringatan Hari Kebangkitan Nasional kali ini juga dilangsungkan dalam suasana bulan Ramadan. Bagi umat muslim, bulan suci ini menuntun kita untuk mengejar pahala dengan meninggalkan perbuatan-perbuatan yang dibenci Allah SWT seperti permusuhan dan kebencian, apalagi penyebaran kebohongan dan fitnah. “Hingga pada akhirnya, pada ujung bulan Ramadan nanti, kita bisa seperti Mahapatih Gadjah Mada, mengakhiri puasa dengan hati dan lingkungan yang bersih berkat hubungan yang kembali fitri dengan saudara-saudara di sekitar kita,” harap Rudiantara.

“Dengan semua harapan tersebut, kiranya sangat relevan apabila peringatan Hari Kebangkitan Nasional, disematkan tema “Bangkit Untuk Bersatu”. Kita bangkit untuk kembali menjalin persatuan dan kesatuan dalam bingkai negara kesatuan Republik Indonesia,” imbuhnya.

Upacara peringatan ke-111 Harkitanas ditandai dengan pengibaran bendera merah putih dilaksanakan dengan khidmat, diikuti oleh seluruh personel Lanud Iswahjudi dan Insub, bertindak sebagai Irup Kolonel Pnb M. Satriyo Utomo, S.H., sedangkan komandan upacara Kapten Tek Frediantoro. Dan dikuti oleh 1090 anggota Lanud Iswahjudi dan Insub.

Baca juga:  Angkutan Udara “Twenty Four, Seven!”

 

 

Terkait

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel