Berita

Peringatan Harkitnas di Lanud I Gusti Ngurah Rai

Img 8345
#TNIAU 

TNI AU. Kepala Dinas Operasi  Lanud I Gusti Ngurah Rai  Letkol Lek Iswayudi bertindak selaku inspektur upacara pada peringatan hari Kebangkitan Nasional ke-111 tanggal 20 Mei 2019, bertempat di lapangan apel Mako Lanud I Gusti Ngurah Rai, Senin (20/5).

Pada upacara peringatan Hari Kebangkitan Nasional, sambutan Menkominfo RI Rudiantara yang dibacakan Kadisops Lanud Rai mengatakan bahwa, peringatan hari Kebangkitan Nasional yang ke-111, 20 Mei 2019, kali ini sangat relevan jika dimaknai dengan teks Sumpah Palapa.. Kita berada dalam situasi pasca-pesta demokrasi yang menguras energi dan emosi sebagian besar masyarakat kita.

Kita mengaspirasikan pilihan yang berbeda-beda dalam pemilu, namun semua pilihan pasti kita niatkan untuk kebaikan bangsa. oleh sebab itu tak ada maslahatnya jika dipertajam dan justru mengoyak persatuan sosial kita. Alhamdulillah, sampai sekarang ini tahap-tahap pemilihan presiden dan wakil presiden serta anggota legislatif berlangsung dengan lancar. kelancaran ini juga berkat pengorbanan banyak saudara-saudara kita yang menjadi anggota kelompok penyelenggara pemungutan suara, bahkan berupa pengorbanan nyawa, ujar Kominfo RI.

Lebih lanjut Menkominfo menambahkan, sungguh mulia perjuangan mereka untuk menjaga kelancaran dan kejujuran proses pemilu ini. sambil mengirim doa bagi ketenangan jiwa para pahlawan demokrasi tersebut, alangkah eloknya jika kita wujudkan ucapan terima kasih atas pengorbanan mereka dengan bersama-sama menunggu secara tertib ketetapan penghitungan suara resmi yang akan diumumkan oleh lembaga yang ditunjuk oleh undang-undang, dalam waktu yang tidak lama lagi. Bangsa ini adalah bangsa yang besar. yang telah mampu terus menghidupi semangat persatuannya selama berabad-abad. kuncinya ada dalam dwilingga salin suara berikut ini: gotong-royong.

Ketika diminta merumuskan dasar negara indonesia dalam pidato di hadapan badan penyelidik usaha-usaha persiapan kemerdekaan Indonesia, Bung Karno, menawarkan Pancasila yang berintikan lima asas. Namun bapak proklamator Republik Indonesia juga memberikan pandangan bahwa jika nilai-nilai Pancasila tersebut diperas ke dalam tiga sila, bahkan satu “sila” tunggal, maka yang menjadi intinya inti,  core of the core, adalah gotong-royong. Menurut bung karno: “jika kuperas yang lima ini menjadi satu, maka dapatlah aku satu perkataan yang tulen, yaitu perkataan gotong royong. gotong-royong adalah pembantingan-tulang bersama, pemerasan-keringat bersama, perjoangan bantu-binantu bersama. Amal semua buat kepentingan semua, keringat semua buat kebahagiaan semua. ho-lopis-kuntul-baris buat kepentingan bersama! itulah gotong royong!” yel-yel “holopis-kuntul baris” adalah aba-aba nenek moyang kita di tanah jawa, digunakan sebagai paduan suara untuk memberi semangat ketika mengerjakan tugas berat yang hanya bisa dikerjakan secara bergotong-royong, bersama-sama.

Terkait

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel