Berita

Peringatan Isra Mi’raj di Lanud Sulaiman

Dibaca: 84 Oleh 25 Jun 2012Tidak ada komentar
BAe Hawk 209
#TNIAU 

Peringatan Isra Mi’raj tahun 1433 H/ 2012 Masehi kali ini mengangkat tema “Melalui Peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad Saw Kita Tingkatkan Disiplin Dan Moralitas Prajurit Guna Mendukung Pelaksanaan Tugas.”

Dengan dilaksanakannya peringatan isra mi’raj ini, diharapkan dalam sanubari para prajurit akan tumbuh manifestasi kualitas kehidupan beragama yang tinggi. Salah satu hikmah yang dapat kita petik, adalah tentang ibadah shalat yang di dalamnya mengandung nilai-nilai kesetiaan, ketaatan, dan kepatuhan kita sebagai umat Islam kepada Allah Subhanahu Wata’ala. Ketiga nilai tersebut diharapkan dapat memberi pengaruh positif terhadap setiap pola tindak seorang prajurit yang bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Demikian sambutan Komandan Lanud Sulaiman, Kolonel Pnb Elianto Susetio S.I.P pada peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW di Masjid Al- Khabir Lanud Sulaiman, yang juga dihadiri para komandan atau perwakilan dari satuan samping, para perwira, bintara, tamtama, PNS,dan juga para pengurus PIA baik dari lanud maupun insub. Senin (25/6).

”Jika hal tersebut telah melekat pada setiap pribadi prajurit muslim, insya allah akan terbentuk sikap prajurit yang senantiasa sadar, bahwa apapun tugas yang dilaksanakan pada hakekatnya adalah ibadah,” kata Danlanud. Karena, ketiga nilai tersebut merupakan salah satu faktor utama yang melandasi moral, motivasi, dan semangat pengabdian prajurit sapta marga atas segala tugas negara yang dibebankan kepada kita.

Sementara itu, K.H. Prof. Dr. Jalaludin Rahmat dosen Komunikasi dari Universitas Padjadjaran Bandung menyampaikan uraian hikmah Isra Mi’raj yang diperingati umat Islam ini memiliki makna bahwa kita boleh mengambil isi dan makna tentang sejarah dari Isra Mi’raj, boleh memperingati peristiwa sejarah Isra Mi’raj, dan boleh berkunjung ke tempat sejarah, yaitu dengan melaksanakan ibadah umroh atau haji. Dengan diperingatinya Isra Mi’raj hendaknya dapat membangun landasan moral perilaku menjadi lebih beradab. Perjalanan suci kenabian dari Masjidil Haram (Mekah) ke Masjidil Aqsa (Palestina) lalu ke Sidrat Al- Muntaha tersebut membuahkan perintah salat lima waktu.

Pada bulan Rajab, umat Islam yang merayakan Isra Mi’raj akan berusaha mencari dan mendapatkan hikmah yang terkandung dalam peristiwa Isra Mi’raj. Mentafakuri segala tingkah laku dan bermuhasabah atas kesalahan diri pribadi agar dapat menjadi pribadi yang lebih baik merupakan hal yang dianjurkan. Mencontoh perikehidupan Nabi Muhammad SAW dan memandang Nabi sebagai petunjuk dalam semua segi kehidupan, bagaimana memperlakukan musuh sebagai teman merupakan hal yang patut dipuji karena kita sebagai umatnya masih harus banyak belajar dari keteladanan sifat dan sikap perilaku Rosul.

Baca juga:  KAKEK-NENEK LIHAT PESAWAT TEMPUR

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel