Berita

PERINGATAN ISRA’ MI’RAJ DI MAKOOPSAU I

Dibaca: 4 Oleh 26 Mei 2010Tidak ada komentar
M 458 NA B 25 Mitchell Indonesian Airforce 7168661149
#TNIAU 

Warga Makoopsau I memperingati Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW dengan menghadirkan penceramah KH Dr Muhammad Hidayat di Ruang Serba Guna, Senin (27/8). Hadir dalam kesempatan tersebut Panglima Koopsau I Marsda TNI Ganjar Wiranegara, Kas Koopsau I Marsma TNI T Johan Basjar, para pejabat staf dan anggota serta ibu-ibu PIA Ardhya Garini Daerah I Koopsau I.

 

Dalam sambutannya Pangkoopsau I mengingatkan seluruh anggota Koopsau I bahwa kegiatan keagamaan memperingati hari besar Islam seperti Isra’Mi’raj adalah juga kesempatan untuk introspeksi diri dalam rangka meningkatkan disiplin dan pengabdian terhadap tugas apapun yang diemban oleh Koopsau I.

 

“Hal ini sesuai dengan tema yaitu Dengan Peringatan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW Kita Tingkatkan Disiplin dan Moralitas Prajurit TNI Guna Menghadapi Tantangan Tugas,” tegas Pangkoopsau I.

 

Sementara itu KH Dr Muhammad Hidayat, dosen di beberapa perguruan tinggi dan juga salah seorang pengurus MUI Pusat, dalam ceramahnya menyatakan, bahwa salah satu ciri alQur’an adalah selalu up to date dan sekaligus bisa diuji. Ia memberi contoh belum lama ini Dewan Lingkungan Hidup PBB merilis bahwa pada tahun 2035 lapisan ozon yang “bolong” makin luas, kemudian akan terjadi peristiwa dahsyat yakni batu meteorit raksasa akan menghunjam bumi. Akibatnya akan terjadi tsunami besar dan sepertiga daratan bumi akan tenggelam.

Baca juga:  Danlanud HLO Pimpin Kalibrasi AWOS milik TNI AU

 

“Jauh sebelum itu, pada Abad keenam alQur’an dalam surat Al Infithar telah memprediksi ketika langit terbelah (symbol lapisan ozon yang bolong), kemudian benda langit menghunjam bumi (meteorit atau semacamnya), dan laut terbelah (tsunami). Jadi, boleh jadi, pada tahun 2035 seperti yang disinyalir PBB merupakan the end of the world alias kiamat,” kata Hidayat yang membuat hadirin terhenyak diam.

 

Pada akhirnya penceramah mengingatkan agar kewajiban shalat sebagai amanah Allah langsung kepada Nabi Muhammad ketika Mi’raj ke Sidratul Muntaha, tidak dilupakan dan ditinggalkan. Karena amalan yang pertama ditanyakan di akherat adalah shalat. Jika shalat jelek maka tidak bisa di”dongkrak” oleh amalan lain. Tapi sebaliknya, jika shalatnya baik maka bisa menolong amalan lainnya yang kurang baik. ***(Pen Koopsau I)

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel