TNI AU - Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara

Peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad Saw 1439 H/2018 M, di Mako Koharmatau

PEN_4001

TNI AU.  Dalam rangka pembinaan mental satuan dalam upaya memupuk dan meningkatkan kualitas keimanan, bagi prajurit maupun PNS Koharmatau dan Depohar jajaran, serta pengabdian kepada negara dan bangsa melalui keteladanan yang telah ditunjukkan oleh Nabi Muhammad Shalallaahu ‘Alaihi Wasallam. Koharmatau menyelenggarakan Peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad Saw 1439 H/2018 M, di Masjid As-Sulthon Mako Koharmatau, Rabu (18/04) dengan penceramah bapak K.H. Asep Jaenal  Da’i Televisi Pendidikan Indonesia. Dengan Tema yaitu Jadikanlah peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW 1439 H/2018 M sebagai sarana pemantapan iman dan taqwa Prajurit dan PNS yang berjiwa Ksatria, Militan, Loyal, Profesional, Modern dan Manunggal dengan rakyat”. Hadir dalam acara ini Wadan Koharmatau Marsma TNI Hadi Suwito, S.E., Wakil Ketua PIA Ardhya Garini Gab III Koharmatau beserta pengurus, para pejabat Mako Koharmatau, para Dandepohar jajaran dan seluruh personel Mako Koharmatau.

Komandan Komando Pemeliharaan Materiel TNI AU Marsda TNI Dento Priyono dalam sambutannya yang dibacakan Wadan Koharmatau Marsma TNI Hadi Suwito, S.E. mengatakan bahwa peringatan ini menjadi momentum yang tepat bagi kita semua, untuk melakukan perenungan dan introspeksi diri terhadap kesungguhan hati kita  menerapkan keteladanan Nabi Muhammad Shalallaahu ‘Alaihi Wasallam dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan kedinasan maupun dalam bermasyarakat. Dengan melakukan introspeksi tersebut, kita sebagai insan prajurit Sapta Marga dapat mengetahui sampai sejauh mana telah berbuat kemaslahatan baik kepada keluarga, masyarakat dan bangsa.  Dalam kehidupan bermasyarakat dan berbangsa, personel Koharmatau tidak terlepas dari pergaulan dengan berbagai karakter manusia maupun profesi. Hal ini tentunya akan memberikan wawasan dan pengalaman yang dapat mempengaruhi sikap maupun cara pandang. Semua personel Koharmatau baik dimasa sekarang maupun dimasa mendatang, selain dituntut disiplin, motivasi dan dedikasi tinggi serta profesionalisme, juga dituntut memiliki moral yang tangguh dan ketaqwaan yang kuat dalam pelaksanaan ibadah agama.

Ketaatan pada agama menjadi dasar bagi sikap dan integritas prajurit. Moral dan ketaqwaan seseorang tidak dapat diprediksi, artinya suatu saat moral dan taqwa mampu menjadi benteng yang kokoh menghadapi pengaruh negatif. Namun pada kondisi lain, moral dan taqwa sangat rapuh sehingga mudah sekali terpengaruh pada hal-hal bersifat negatif, tergelincir mengikuti hawa nafsu. Sehingga antara kata dan sikap perbuatan menjadi tidak sama. Nampak baik dan rajin beribadah namun perilakunya tidak mencerminkan nilai-nilai agama dan etika atau tidak memiliki integritas (tekan Komandan).

 

Leave a Reply

Verifikasi CAPTCHA *

Peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad Saw 1439 H/2018 M, di Mako Koharmatau