Berita

Peringatan Isra’ Mi’raj, Warga Lanud Iswahjudi

Dibaca: 6 Oleh 06 Jun 2015Tidak ada komentar
IndonesianAF 1
#TNIAU 

Peristiwa Isra’ Mi’raj mengandung makna yang sangat mendalam, karena dapat dijadikan momentum untuk melakukan instrospeksi sampai sejauh mana kita semua dapat mengamalkan ajaran Rosulullah SAW, baik dalam kehidupan sehari-hari maupun dalam lingkungn kedinasan. Salah satunya introspeksi kita terhadap pengamalan ibadah sholat lima waktu, yang menjadi inti dari peringatan Isra’ Mi’raj itu sendiri.

Demikian penekanan Komandan Lanud Iswahjudi Marsma TNI Donny Ermawan T., M.D.S., yang dibacakan Kepala Dinas Personel Lanud Iswahjudi Letkol Pnb M. Arwani, pada peringatan Isra’ Mi’raj di Masjid Al Ukhuwwah Lanud Iswahjudi yang menghadirkan ustadz Asmawi Anwar, M.Pdi, dari Ponorogo serta dihadiri segenap pejabat dan seluruh umat muslim anggota Lanud Iswahjudi dan Insub, Jumat (5/6/15).

Sedangkan ustadz Asmawi Anwar, M.Pdi, dalam tausiahnya pada peringatan Isra’ Mi’raj mengatakan bahwa ada dua hal yang dapat diambil dari makna peristiwa Isra’ mi’raj, pertama yaitu satu-satunya Nabi, satu-satunya Rasul dan satu-satunya umat manusia sejak nabi Adam diciptakan yang mampu mencapai sidrotul muntaha jumpa dan berdialog dengan Allah hanya nabi Muhammad SAW. Kedua, semua agama memiliki banyak proses ritual, agama Islam juga banyak memiliki ritual, semua ritual dalam agama Islam diperintah Allah melalui malaikat Jibril hanya satu ritual yang tidak diperintah melalui malaikat Jibril tapi langsung diperintah oleh Allah yaitu shalat lima waktu.

Baca juga:  Wasrik Itjenau di Lanud Hlo

Sementara Kesimpulan lain dalam peristiwa Isra’ Mi’raj yaitu jika nabi Muhammad hatinya dibersihkan oleh malaikat Jibril dengan air zam zam, maka umat manusia cara membersihkannya hanya dengan zikrullah sesuai dengan kemampuan kita serta selalu menjaga shalat lima waktu. Sholat lima waktu dapat dijadikan untuk membentengi diri dari perbuatan-perbuatan yang negatif.

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel