Berita

PERINGATAN KE-66 HARI TNI DI NATUNA

Dibaca: 2 Oleh 05 Okt 2011Tidak ada komentar
21722ef118dabb8b34f8ca385dddf40d
#TNIAU 

TNI lahir dari pangkuan rakyat ditengah kancah perjuangan menegakkan kedaulatan Bangsa dan Negara. TNI adalah Tentara Rakyat, Tentara Pejuang dan Tentara Nasional. Sebagai Tentara Rakyat, TNI hanya berpihak kepada kepentingan seluruh Rakyat dan Negara, kemudian sebagai Tentara Pejuang, TNI tidak akan pernah berhenti dalam berjuang mewujudkan cita-cita Bangsa, sedangkan sebagai Tentara Nasional, TNI akan membela kepentingan Negara diatas kepentingan daerah, suku, ras dan golongan agama, penekanan tersebut disampaikan Panglima TNI Laksamana TNI Agus Suhartono SE. dalam sambutan tertulis yang dibacakan Inspektur Upacara oleh Kolonel (P) Laut Suhartono (Komandan Lanal Ranai) pada upacara Peringatan Ke-66 Hari TNI di Pantai Kencana Kabupaten Natuna, Rabu (5/10) upacara diikuti masing-masing 1 kompi TNI AD, TNI AL, TNI AU, Polri, Satpol PP, Fkppi dan Pramuka. Disaksikan Bupati Natuna, Dandim, Danlanud Ranai, Dansatrad serta unsur Muspida Kabupaten Natuna.

Lebih lanjut Panglima TNI mengatakan, sesuai amanah konstitusi, TNI mengemban tugas pokok untuk menegakkan kedaulatan Negara, mempertahankan keutuhan wilayah NKRI, dan melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia dari ancaman dan gangguan terhadap keutuhan bangsa dan Negara. Sedangkan sebagai manifestasi dari peran Internasional, TNI mengemban tugas pemeliharaan perdamaian di berbagai wilayah komflik di dunia. Disamping itu, TNI juga melaksanakan berbagai tugas, untuk membantu masyarakat mengatasi kesulitan atau kedaruratan tertentu, seperti bencana alam. Tugas-tugas konstitusional itu dilaksanakan baik melalui Operasi Militer untuk Perang, maupun Operasi Militer selain Perang.

Baca juga:  TURNAMEN SEPAK BOLA DANLANUD CUP V 2012 DI LANUD ASTRA KSETRA

Selain itu Panglima TNI menambahkan, mencermati tantangan tugas TNI ke depan yang semakin tidak ringan, pada hari yang bersejarah ini, kita bagai diingatkan oleh amanat Panglima Besar Jenderal Sudirman yang mengatakan, “Robek-robeklah badanku, Potong-potonglah Jasadku, tetapi Jiwaku yang dilindungi benteng Merah Putih akan tetap hidup, akan tetap menuntut bela, siapapun lawan yang aku hadapi”. Inilah sesungguhnya semangat cinta bangsa dan cinta tanah air yang sejati, serta semangat pantang menyerah dalam menghadapi ancaman dan tangan Nasional, yang harus menjadi nilai dan komitmen keprajuritan dan komitmen kebangsaan seluruh komponen bangsa Indonesia.

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel