Berita

Peringatan Maulid Nabi di Lanud Sulaiman

Dibaca: 92 Oleh 10 Nov 2020Tidak ada komentar
Peringatan Maulid Nabi di Lanud Sulaiman
#TNIAU 

TNI AU.  Dengan memahami hikmah Maulid Nabi, semoga kita dapat mencontoh kehidupan Rasulullah dalam menghadapi segala tugas dan persoalan hidup, agar  dalam diri kita  timbul kekuatan mental, keteguhan iman, ucapan yang berbobot, perbuatan yang luwes, dan sikap yang berwibawa dalam upaya meningkatkan kinerja, dan profesionalisme untuk menghadapi tugas masa depan yang semakin berat.

Hal ini disampaikan Komandan Lanud Sulaiman Kolonel Pnb Mohammad Nurdin  dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Kadispers Lanud Sulaiman Letkol Adm Haliansyah, S.T., M.Sc., pada peringatan Maulid Nabi Muhammad Shalallahu ‘Alaihi Wasallam, di gedung balai Prajurit Cendrawasih Lanud Sulaiman,Margahayu Kabupaten Bandung yang kali ini mengusung tema “ Melalui Maulid Nabi Muhammad Shallallahu ’Alaihi Wasallam 1442H/2020 Masehi Tingkatkan Kepedulian Kepada Sesama di tengah Pandemi Covid-19.”  Selasa (10/11/2020).    

Ajaran Islam yang dibawa oleh Rasulullah pada dasarnya menuntun umat Islam untuk berdisipilin, bermoral, dan berakhlak tinggi,  baik dalam hubungan dengan tuhan-Nya maupun dalam hubungan antar sesama manusia ,” kata Kadispers saat membacakan amanat Danlanud.

Sementara dalam ceramahnya, KH. Asep Totoh Gozali, M.Ag., M.B.A., (Ketua Komisi Dakwah Majelis Ulama Indonesia Jawa Barat) menyatakan bahwa Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam merupakan nabi yang dapat dijadikan sebagai referensi atau acuan dalam moral, berakhlak dan bertingkah laku. Sebagaimana Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam Hadits Anas bin Malik, beliau berkata, “Wahai, anakku! Jika kamu mampu pada pagi sampai sore hari di hatimu tidak ada sifat khianat pada seorangpun, maka perbuatlah,” kemudian beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata kepadaku lagi “Wahai, anakku! Itu termasuk sunnah-Ku. Dan barangsiapa yang menghidupkan sunnah-Ku, maka ia telah mencintai-Ku. Dan barangsiapa yang telah mencintai-Ku, maka Aku bersamanya di Surga”.

Dikatakan pula bahwa orang yang mencintai Rasulullah, diwujudkan dengan  membuktikan amalannya dengan berpegang teguh dan menghidupkan Sunnah, yakni mengamalkan sunnahnya, melaksanakan perintah dan menjauhi larangannya, mendahulukan  semua amalan sunnah daripada hawa nafsunya. Seperti sunnah, bahwa minum tidak boleh sambil berdiri, makan dengan tangan kanan, bila minum, air dalam keadaan panas tidak boleh ditiup dan minum dalam bejana atau gelas tidak boleh bernafas dan hendaknya minum tiga kali teguk dengan diawali ucapan bismillah dan diakhiri dengan alhamdulillah, dan masih banyak lagi sunnah-sunnah lainnya yang belum diketahui dan bisa dilaksanakan oleh  umat Islam yang menyatakan cinta akan Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasallam.

“Apalagi di tengah pandemi Covid-19, kita saat ini lebih dituntut untuk lebih peduli pada sesama. Banyak orang yang sekarang mengalami kesulitan ekonomi, maka di saat inilah waktu yang tepat untuk kita sebagai umat Islam banyak-banyak menolong sesama saudara kita yang sangat butuh akan uluran tangan kita,” jelas penceramah. Keteladanan akhlak Rasulullah hendaknya menjadi takaran fragmen kehidupan kita tentang kejujuran (Shiddiq), yaitu membangun kehidupan yang santun, sikap terbuka dan toleran. Perlakuan santun sikap Rasulullah terhadap para sahabatnya dan umatnya menjadi kebudayaan yang berpijak pada semangat kesederhanaan, keilahian, dan kecintaan terhadap sesama.

 

Baca juga:  Farewell Tennis Meja Piala Asops Kosek III

Terkait

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel