Berita

Peringatan Sumpah Pemuda Ke-87 Di Mabesau

Dibaca: 13 Oleh 28 Okt 2015Tidak ada komentar
emb 314
#TNIAU 

Revolusi mental untuk kebangkitan pemuda menuju aksi “Satu untuk Bumi” menjadi tema pada peringatan Hari Sumpah Pemuda tahun ini. Hal ini didasari atas keprihatinan yang mendalam karena kita disuguhi fenomena baru tentang berubahnya pola relasi kemasyarakatan akibat arus modernisasi dan kemajuan teknologi informasi.

Hal ini dikatakan Menpora RI Imam Nahrawi dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Wakil Asisten Logistik Kasau (Waaslog) Marsekal Pertama (Marsma) TNI Haryoko,S.E., pada upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda Ke-86 di Lapangan Apel Mabesau Cilangkap, Rabu (28/10).

Perkembangan teknologi informasi ibarat pisau bermata dua, satu sisi ia memberikan jaminan kecepatan informasi sehingga peningkatan kapasitas pengetahuan dan skill dapat secara cepat didapat, namun disisi lain membawa dampak negatif, karena mudahnya para pemuda mengakses informasi yang bersifat destruktif dari mulai pornografi, pergaulan bebas, penyalahgunaan narkoba hingga radikalisme dan teroris. Hal ini tidak mudah kita bendung dengan baik, sehingga lahir generasi baru yang memiliki pola pikir serba cepat, serba instan, lintas batas, cenderung individualitik dan pragmatik, tambahnya.

Baca juga:  Wadan Korpaskhas Hadiri Pembukaan Pendidikan Komando Kopassus

Menurut Menpora RI, hanya dengan pembanguan karakter kita bisa kuat, tangguh dan kokoh menghadapi dampak negatif dari modernisasi dan globalisasi. Melalui gerakan revolusi mental yang digagas oleh Presiden RI Joko Widodo, kita berharap para pemuda Indonesia memiliki kemandirian untuk mengambil keputusan-keputusan terbaik secara jernih sesuai dengan akal sehat, tanpa harus tergantung dari orang tua maupun negara disampingnya.

Dikatakannya juga, keprihatinan yang lain adalah fenomena pengelolaan sumber daya alam yang belum sesuai dengan konsep pembangunan berkelanjutan atau suistanability development. Sebagai negara tropis, Indonesia menjadi tumpuan dunia untuk menjaga keseimbangan iklim melalui pasokan oksigen, namun kita malahan menyumbang polusi terbesar di kawasan Asia Tenggara melalui kabut asap.

Oleh karena itu, ia berharap, salah satu ikrar penting dalam Sumpah Pemuda 1928 adalah “Satu tanah air, tanah air Indonesia” Poin ini memberikan tekanan yang sangat kuat kepada para pemuda akan pentingnya menjaga tanah air sebagai bagian penting dari komponen bumi yang kita pijak ini demi keberlangsungan masa sepan generasi penerus kta.

Baca juga:  Bekerja Untuk Menambah Nilai Sikap dan Perilaku Prestasif

Terkait dengan bencana kabut asap yang terjadi di beberapa daerah di Wilayah Indonesia. TNI Angkatan Udara sudah melaksanakan pemadaman sesuai kemampuan yang di milikinya ,mulai dengan aflikasi hujan buatan, hingga pemadaman secara langsung dengan mengerahkan pesawat C-130 Hercules, CN-235 dan pesawat Helikopter .

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel