Berita

Peringatan Tahun Baru Islam di Lanud Ranai

Dibaca: 3 Oleh 27 Okt 2014Tidak ada komentar
emb 314
#TNIAU 

Peristiwa hijrahnya nabi Muhammad SAW terjadi pada tanggal 27 shafar pada tahun ke 13 kenabian atau tanggal 13 September tahun 622 Masehi, dengan perjalanan selama 14 hari menuju Madinah yang disambut masyarakat Madinah dengan suka cita, demikian ceramah yang disampaikan H. Tirtayasa, S.Ag pada saat peringatan tahun baru Islam 1436 H/2014 M di mesjid Mina Lanud Ranai beberapa waktu lalu.

Lebih lanjut penceramah yang juga dosen STAI Kabupaten Natuna ini mengatakan bahwa peristiwa itu dijadikan sebagai tahun baru pada penanggalan Islam. Pada waktu itu kota Madinah berpenduduk sepuluh ribu jiwa dengan masyrakat yang plural, selain agama Islam dan agama lain, juga ada kaum musyrik arab di Madinah.

Selama di Madinah nabi Muhammad menjalin hubungan yang kuat dengan Allah SWT yang bersifat vertikal dengan mendirikan mesjid dan yang kedua mempersaudarakan antar penduduk kota Madinah. Karena itu Madinah dikenal dengan nama Madinah Al Munawaroh. Penceramah juga menerangkan bahwa makna hijrah secara bahasa adalah berpindah atau menghindari baik secara lisan, raga maupun dengan hati dan juga bersifat tempat. Dan sesuai dengan tema peringatan, dengan keteladanan nabi, kita mencontoh jadi pejuang yang gigih yang penuh dengan kesabaran dalam menghadapi tantangan serta mencintai tanah air karena itu bagian dari iman, kata penceramah menjelaskan. 

Baca juga:  PIA AG Cabang 8/ D.I Lanud Wirasaba Menyelenggarakan Pertemuan

Hadir pada acara peringatan tahun baru Islam tersebut Komandan Lanud Ranai Letkol Pnb Mohammad Nurdin, SE dan Ketua PIA Ardhya Garini Cabang 17/D.I Lanud Ranai serta seluruh anggota Lanud Ranai beserta keluarga dan puluhan masyarakat Penagi. Usai ceramah, sebelum sholat maghrib dilakukan doa akhir tahun dan setelah sholat maghrib doa bersama awal tahun yang dipimpin H. Tirtayasa, S.Ag. dan pemberian santunan dari Danlanud kepada puluhan anak yatim yang diundang dari desa Sungai Ulu Kabupaten Natuna.

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel