Berita

Perkokoh Persatuan Membangun Negeri

Dibaca: 8 Oleh 10 Nov 2017Tidak ada komentar
TNI Angkatan Udara
#TNIAU 

“Perkokoh Persatuan Membangun Negeri”, Demikian tema Hari Pahlawan 10 November 2017 yang merupakan pesan fundamental penting para pendiri bangsa untuk kita semua bangsa Indonesia. Dikatakan setelah kemerdekaan diraih, maka tahapan selanjutnya kita harus bersatu terlebih dahulu untuk bisa memasuki tahapan bernegara selanjutnya yakni berdaulat, adil dan makmur. Demikian sambutan tertulis Menteri Sosial Republik Indonesia Khofifah Indar Parawansa yang disampaikan Komandan Lanud Sultan Hasanuddin Marsma TNI Bowo Budiarto, SE yang bertindak sebagai Inspektur Upacara Bendera memperingati Hari Pahlawan, di Apron Galaktika Lanud Sultan Hasanuddin, Makassar, Jum’at (10/11) yang diikuti seluruh anggota Lanud Sultan Hasanuddin, baik militer maupun Aparatur Sipil Negara.

Selanjutnya dikatakan, dalam setiap rangkaian perjuangan kepahlawanan yang membentuk ke-Indonesiaan kita, dapat diambil pelajaran dari apinya perjuangan para pendahulu kita, api yang menjadi suasana kebatinan dan pelajaran moral bagi kita semua yakni api yang membentuk terbangunnya persatuan Indonesia yang terdiri atas dua hal, yakni adanya harapan dan pengorbanan, dan itulah yang membentuk persatuan dan melahirkan Indonesia, merawat eksistensinya dalam panggung sejarah bangsa-bangsa, dan harus terus dinyalakan agar Republik Indonesia tetap berdiri tegak, menjadi besar dan terus member sumbangan penting sebagai bagian dari persaudaraan umat manusia di dunia.

Baca juga:  Dankoharmatau: Perintah Panglima TNI harus Dipatuhi Prajurit Koharmatau

Sementara Komandan Lanud Sultan Hasanuddin Marsma TNI Bowo Budiarto,SE mengungkapkan makna hari pahlawan, bahwa peringatan hari pahlawan, disamping untuk mengenang dan menghargai jasa dan pengorbanan para pahlawan/pejuang yang telah mendahului kita, juga dilaksanakan untuk menumbuhkembangkan nilai kepahlawanan sebagai modal sosial untuk kemudian mengimplementasikan dan mendayagunakan dalam mengatasi berbagai masalah bangsa seperti kemiskinan, pengangguran, keterlantaran, ketunaan sosial, korban bencana dan masalah-masalah lainnya.

 

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel