Berita

Perlu Komunikasi Intensif Untuk Majukan Industri Pertahanan

Dibaca: 29 Oleh 15 Des 2016Tidak ada komentar
Sukhoi Su-27
#TNIAU 

Keberadaan Industri pertahanan dalam negeri, merupakan salah satu pilar penting dalam menyiapkan kebutuhan Alat Utama Sistem Senjata (Alutsista) TNI. Oleh Karena itu upaya-upaya nasional untuk memajukan industri pertahanan perlu didukung semua pihak, tidak terkecuali jajaran TNI – Polri yang nota bene merupakan pengguna Alat Peralatan Pertahanan dan Keamanan (Alpalhankam).

Ketua umum National Air and Space Power Center of Indonesia (NASPCI) Marsekal Muda (Marsda) TNI DR. Usra Hendra Harahap M.Si menyatakan, meskipun keberadaannya begitu strategis, tetapi dukungan industri pertahanan terhadap ketersediaan Alutsista TNI saat ini dirasa belum optimal, sehingga menyebabkan masih adanya ketergantungan pengguna terhadap produk luar negeri.

“Patut diakui, bahwa kemampuan industri pertahanan masih terbatas, sehingga diperlukan upaya untuk melakukan pengembangan dan pemanfaatan industri pertahanan melalui komunikasi, koordinasi dan kerjasama intensif antara pemangku kepentingan industri pertahanan” kata Marsda TNI DR. Usra Hendra Harahap M.Si.

Pernyataan tersebut disampaikannya pada acara Focus Group Discussion (FGD) yang diselenggarakan oleh NASPCI di hotel Grand Hyatt Jakarta, Kamis (8/12). Forum diskusi yang digelar untuk kedua kalinya ini, menghadirkan empat nara sumber yaitu Direktur Utama (Dirut) PT. Dirgantara Indonesia (PT.DI) DR. Ir. Budi Santoso, Ketua Tim Pelaksana Komite Kebijakan Industri Pertahanan (KKIP) Laksamana TNI (Pur) Sumarjono, pengamat pertahanan DR.Connie Rahakundini Bakrie dan Wakil Asrena Kasau Marsekal Pertama (Marsma) TNI Arif Mustofa.

Baca juga:  Staf Operasi Sabet Juara Satu

Ditambahkan, penyelenggaraan industri pertahanan memerlukan sinergitas dan integritas segenap pemangku kepentingan industri pertahanan agar dapat menjembatani keserasian dalam memprioritaskan produksi dan penyediaan Alutsista TNI dalam negeri, baik secara mandiri maupun melalui kerjasama dengan industri pertahanan luar negeri.

“Melalui sinergitas, kita harapkan dapat diwujudkan sistem industri pertahanan yang sistematis dan terorganisir serta efektif dan efisien dalam meningkatkan dukungan pemenuhan kebutuhan Alutsista TNI sesuai spesifikasi dan tuntutan kebutuhan operasi” tambah Marsda TNI DR. Usra Hendra Harahap M.Si.

Salah satu upaya nyata yang bakal dilaksanakan untuk lebih mengintensifkan sinergitas dan komunikasi antara TNI AU dengan PT.DI, dalam waktu dekat, akan ditempatkan Perwira TNI AU di lingkungan PT.DI. Langkah ini sebagai upaya untuk menjembatani antara kebutuhan Alutsista TNI AU dengan kemampuan produksi dan penyediaan Alutsista oleh PT.DI.

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel