Berita

Personel Kosekhanudnas III dan Denkomlek Strada Terima Penyuluhan Hukum dari Babinkum TNI

Personel Kosekhanudnas III dan Denkomlek Strada Menerima Penyuluhan Hukum dari Babinkum TNI
#TNIAU 

TNI AU. Panglima Kosekhanudnas III Marsekal Pertama TNI Djohn Amarul, S. AB., yang diwakili oleh Askomlek Kosekhanudnas III Kolonel Lek Emil Syarif Fachrie, S.E., M.M., membuka kegiatan penyuluhan hukum dari Babinkum TNI yang dilaksanakan di Gedung Balai Pertemuan Soewarto Makosekhanudnas III, Kamis (26/09/2019).

Kegiatan penyuluhan hukum ini merupakan program kerja dari Babinkum TNI TA. 2019 khususnya bidang Bidluhkum Babinkum TNI tentang Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronika (ITE), selaku pembawa materi adalah Kolonel Sus Feryatno Situmorang, S.H., M.H., M.Si., yang diikuti personel dari Kosekhanudnas III dan Denkomlek Strada.

Panglima Kosekhanudnas III dalam sambutannya, yang dibacakan oleh Askomlek Kosekhanudnas III menyampaikan ucapan selamat datang di Kosekhanudnas III kepada Kabidluhkum Babinkum TNI Kolonel Sus Feryatno Situmorang, S.H., M.H., M.Si., dan merupakan suatu kehormatan bagi Kosekhanudnas III sebagai tempat penyelenggaraan penyuluhan hukum Babinkum TNI. Kepada seluruh anggota untuk dapat menyimak dan menyerap apa yang akan di sampaikan oleh penceramah tentang materi yang akan disampaikan, sehingga nantinya setelah acara ceramah ini selesai diharapkan kepada seluruh peserta akan labih mengerti dan memahaminya, serta memberikan wawasan dan pengetahuan yang lebih tentang Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronika (ITE) dan bagaimana kita harus menyikapinya.

Sementara dari materi penyuluhan hukum yang disampaikan dari penceramah Kolonel Sus Faryatno Situmorang Babinkum TNI tentang Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) dimana penceramah menjelaskan dari awal, apa itu UU ITE dan bagaimana seluruh personel TNI dapat menyikapinya,  dan diakhir memberikan pesan kepada peserta penyuluhan agar selalu Bijak dalam menggunakan media elektronik, diantaranya : setiap kata yang kita tuliskan adalah cerminan dari apa yang kita pikirkan, media sosial berawal dari pikiran lalu jari-jari adalah penentu paling akhir, sangat bijaksana jika berkali-kali berpikir sebelum menulis di media sosial, saring saring dan saring sebelum sharing, postinglah yang penting bukan yang penting posting, selain ada mulutmu harimaumu, ada juga jarimu harimaumu, media sosialmu adalah pedangmu yang kapan saja dapat melukaimu. Acara ditutup dengan doa yang dipimpin oleh  Ps. Pabanda Bintal Kosekhanudnas III.

Terkait

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel